Selasa, 16 Jun 2026 21:06 WIB

Heboh Video Pendukung Bacakades Bawa Sajam Nyaris Bentrok di Bangkalan

Tangkapan layar.
Tangkapan layar.

jatimnow.com - Beredar video kericuhan saat proses penetapan bakal calon kepala desa (Bacakades) di Bangkalan. Massa yang membawa senjata tajam (Sajam) nyaris bentrok.

Informasi yang dihimpun, massa menilai Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Kanegarah Kecamatan Konang tidak netral. Pasalnya, tak meloloskan dua calon yang sudah lolos verifikasi.

Baca Juga: Sidoarjo Siap Tinggalkan Coblos Paku, E-Voting Jadi Incaran di Pilkades 2026

Akibatnya, dua kubu saling bersitegang dan mendatangi kantor Sekretariat P2KD dengan membawa sejumlah senjata tajam. Massa menuntut dua calon tersebut ditetapkan sebagai Bacakades.

Dari rekaman video amatir yang beredar, P2KD menetapkan dua Bacakades. Satu diantaranya merupakan incumbent. Sedangkan satu calon lagi merupakan istri dari incumbet tersebut.

Hal itu membuat pendukung lawan merasa dicurangi dan mendatangi tempat itu.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Ngibeh beddil ruah e dhelem pak (bawa senpi itu yang di dalam pak)," ucap salah satu pendukung Bacakades dalam video.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Bangkalan, Mohni mengatakan pihaknya sudah berkirim surat ke P2KD Kanegarah sejak dua hari yang lalu. Namun, pihak panitia tidak mau menerima surat tersebut.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Kami sudah kirimkan surat hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa (TFPKD) terkait dua calon Bacakades itu. Namun tidak diterima oleh P2KD," tuturnya, Rabu (29/3/2023).

Ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rapat kembali terkait hal tersebut. Ia berharap, seluruh pendukung Bacakades tidak melakukan tindakan yang membuat pelaksanaan Pilkades tidak kondusif.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.