Selasa, 16 Jun 2026 04:08 WIB

Sidak Swalayan dan Toko Grosir Mamin di Tulungagung, Ini Temuan Dinkes

Petugas saat sidak makanan dan minuman di toko grosir dan swalayan di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat sidak makanan dan minuman di toko grosir dan swalayan di Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melakukan sidak makanan dan minuman (mamin) ke sejumlah toko grosir dan swalayan.

Sidak dilakukan untuk memastikan mamin yang dijual layak dikonsumsi. Petugas menemukan makanan yang dijual tidak sesuai standar. Juga menemukan adanya hama tikus, di gudang penyimpanan makanan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki menuturkan, ramadan ini terjadi lonjakan permintaan konsumen terkait mamin. Untuk itu pihaknya ingin memastikan bahwa produk yang dijual toko grosir aman dikonsumsi masyarakat.

"Jangan sampai masyarakat memperoleh makanan dan minuman yang sudah tidak layak jual," ujar Masduki, Senin (27/3/2023).

Dalam sidak ini, petugas menemukan makanan yang tidak dilengkapi izin edar sesuai aturan. Selain itu, dalam kemasan juga tidak tercantum bahan dan tanggal kadaluarsa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Petugas juga menemukan sistem penyimpanan makanan dan minuman di gudang yang kurang sesuai. Hal itu terbuki dengan temuan hama tikus di gudang makanan. Beberapa makanan sudah terkontaminasi dengan hama tikus sehingga tidak layak jual.

"Sistem pengelolaan penyimpanan masih perlu diperbaiki lagi, terlebih saat ini muncul beberapa penyakit disebabkan oleh hama tikus," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Temuan ini segera ditindaklanjuti dengan memberikan imbauan kepada pemilik toko. Mereka diminta memperhatikan makanan yang disimpan dalam gudang, sehingga tidak tercemar hama tikus. Sanksi tegas juga disiapkan jika pemilik toko tidak menghiraukan.

"Kalau masih kita temukan, pemilik akan kita peringatkan. Sanksi berat juga disiapkan termasuk pencabutan izin usaha," tegas Masduki.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.