Selasa, 16 Jun 2026 00:30 WIB

Sedikit Seram! Begini Kondisi Alas Purwo di Banyuwangi saat Ramadan

Suasana Gua Istana dari luar TN Alas Purwo. (foto Eko Purwanto/jatimnow.com)
Suasana Gua Istana dari luar TN Alas Purwo. (foto Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aktivitas meditasi di Gua Istana, Taman Nasional (TN) Alas Purwo di Banyuwangi terpantau sepi memasuki bulan Ramadan. Hari kedua Ramadan, tak banyak pengunjung maupun pertapa yang melakukan meditasi dalam goa yang dikenal sakral itu.

Saat jatimnow berkunjung ke Gua Istana, Jumat (24/3/2023), tak ada satupun pertapa yang melakukan aktivitas meditasi dalam goa. Sepi, sunyi, dan gelap. Begitu gambaran ketika masuk ke dalam gua sebatas ruangan depan tanpa melakukan penyinaran.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tetapi, masih ditemui sejumlah dupa berjejer di sudut gua. Menandakan aktivitas pertapaan dimungkinkan masih ada. Meskipun di dalam goa tidak ada orang.

Wewangian dupa terasa kuat dalam Gua Istana. Di luar gua, ditemukan sejumlah bungkus rokok sisa yang masih baru. Ada pula, bekas kayu bakar sisa pembakaran semalam.

Namun, sebelum menaiki tangga setapak menuju Gua Istana, ditemui satu pemuda asal Lumajang beristirahat di bale bengong. Yang lokasinya tak jauh dari tangga setapak berundak.

Pihak pengelola TN Alas Purwo melarang semua pengunjung melakukan ritual malam di dalam Gua Istana. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)Pihak pengelola TN Alas Purwo melarang semua pengunjung melakukan ritual malam di dalam Gua Istana. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

"Lagi Istirahat mas. Mau naik ke atas (Gua Istana) habis ini," ujar Solikin (38), warga asal Kabupaten Lumajang.

Solikin mengatakan, sejak awal Ramadan ia sudah berada di TN Alas Purwo. Ia mengaku berada di TN Alas Purwo untuk mencari ketenangan di bulan puasa.

"Cari ketenangan saat Ramadan. Samean lihat kan di sini sunyi, tenang dan bisa menenangkan pikiran," ucapnya.

Adanya larangan bermalam di Gua, membuat Solikin memutuskan menginap di luar gua pada malam harinya. Dan siang hari, menghabiskan waktu untuk bermeditasi.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

"Ada larangan bermalam di gua. Gak berani kalau nginap. Jadi tidurnya berpindah-pindah," ujarnya.

Solikin menyebut, masih ada sejumlah orang yang melakukan aktivitas meditasi di dalam Gua Istana.

 Gua Istana di kompleks TN Alas Purwo kerap digunakan sebagai tempat meditasi atau bertapa bagi masyarakat tertentu. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)Gua Istana di kompleks TN Alas Purwo kerap digunakan sebagai tempat meditasi atau bertapa bagi masyarakat tertentu. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

Larangan bermalam di Gua, jelas terpampang pada papan berwarna hijau, yang dipasang di setiap sudut akses gua di TN Alas Purwo. Dan tertuang dalam poin pertama tata tertib (tatib) masuk gua.

"Pengunjung dilarang bermalam di dalam goa," tulis papan yang dipasang pihak pengelola TN Alas Purwo.

Baca Juga: Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim

Larangan bermalam di Gua turut disampaikan Petugas Pelaksana Resort Rowobendo TN Alas Purwo, Supomo. Ia tidak menjelaskan alasan spesifik, dan hanya menjelaskan Gua Istana ditutup pada malam hari.

Namun demikian, Supomo mengatakan bahwa wisata Alas Purwo masih dibuka untuk umum, dengan aturan penerapan jam berkunjung.

"Untuk kawasan wisata dibuka pada pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB. Bulan Ramadan tetap buka," ujarnya.

Supomo mengimbau, kepada wisatawan untuk tetap menjaga kebersihan dan tata tertib memasuki TN Alas Purwo. Menurutnya, tempat ini dikenal cukup sakral dan kerap digunakan untuk beraktivitas batin.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.