Jumat, 19 Jun 2026 01:27 WIB

Melihat Tradisi Salat Tarawih Kilat di Blitar, Dijalankan Sejak 1907

Jamaah sholat tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam Mantenan Blitar. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jamaah sholat tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam Mantenan Blitar. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ingin mencoba sensasi salat tarawih kilat? Cobalah datang ke Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Salat tarawih di pesantren ini dilakukan sebanyak 23 rakaat dan selesai dalam tempo 10 menit!

Kabarnya, tradisi salat tarawih kilat ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun. Bahkan salat tarawih ini tidak hanya diikuti warga sekitar, tapi juga warga dari luar kecamatan juga tertarik untuk mengikuti tradisi tersebut.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, K.H. Dliya’uddin Azzamzami Zubaidi mengatakan salat tarawih kilat ini sudah dilakukan sejak tahun 1907. Tradisi ini dilakukan sejak zaman kakeknya, Mbah Kiai Abdul Ghofur.

Tradisi ini kemudian dilanjutkan putranya yakni Kiai Sulaiman Zuhdi dan diteruskan oleh Kiai Zubaidi Abdul Ghofur.

"Ini merupakan tradisi turun temurun, yang sudah dilakukan sejak tahun 1907," ujarnya, Sabtu (25/03/2023).

Tradisi ini bermula saat Mbah Kiai Abdul Ghofur melakukan syiar di daerah tersebut. Waktu bulan Ramadan, Mbah Kiai Abdul Ghofur menggelar salat tarawih seperti biasanya.

Namun lama kelamaan jamaahnya terus berkurang dan tinggal menyisakan dua orang saja. Mengetahui kondisi ini, Mbah Kiai Abdul Ghofur lalu bertanya kepada warga kenapa enggan mengikuti salat tarawih lagi.

Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, K.H. Dliya’uddin Azzamzami Zubaidi. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, K.H. Dliya’uddin Azzamzami Zubaidi. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Mbah Kiai Abdul Ghofur mencoba mencari tahu penyebabnya mengapa jamaah terus berkurang," tuturnya.

Para jemaah waktu itu mengaku kelelehan usai bekerja di sawah, sehingga tidak mengikuti salat tarawih. Bisa dimaklumi jika mayoritas warga sekitar bekerja sebagai buruh tani hingga sore hari.

Nah, ketika diajak untuk salat tarawih dengan waktu yang lama, warga banyak yang tidak mampu dan mengeluh lelah. Untuk mengatasi hal tersebut, Mbah Kiai Abdul Ghofur berinisiatif mendirikan salat tarawih kilat. Harapannya agar seluruh masyarakat dapat menunaikan ibadah ini.

"Karena ulama pelayan umat, ulama hadir mencarikan solusi agar umat mau beribadah. Ulama hadir harus mencarikan solusi bagaimana umat mau ibadah, kemudian beliau mencarikan solusi salat tarawih dipercepat," terangnya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Tradisi salat tarawih kilat ini tidak hanya diikuti jamaah dari warga setempat. Beberapa umat muslim dari luar kecamatan juga terlihat antusias menyambutnya.

Salah satunya adalah Rizki, warga Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Ia rela datang jauh jauh hanya untuk mengikuti salat tarawih kilat.

Rizki menilai salat yang dijalankan di Ponpes Mambaul Hikam ini efisien. Cepatnya gerakan salat juga membuatnya jauh lebih semangat untuk mengikuti ibadah khusus di bulan Ramadan.

“Ya karena lebih cepat dan efisien, kemudian gerakannya juga cepat, jadi saya lebih termotivasi untuk cepat selesai menjalankan salat tarawih. Di sini jamaahnya juga banyak, jadi lebih menambah antusias juga," pungkasnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.