Minggu, 21 Jun 2026 01:53 WIB

Periksa Mamin Takjil, Dinkes Tulungagung Temukan Zat Berbahaya

Petugas saat memeriksa sampel makanan dan minuman takjil (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat memeriksa sampel makanan dan minuman takjil (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melakukan pemeriksaan makanan dan minuman (mamin) takjil, Jumat (24/3/2023).

Sejumlah sampel makanan diambil untuk diperiksa kandungan zat di dalamnya. Dalam pemeriksaa, dinkes menemukan sejumlah makanan dan minuman yang mengandung zat Rhodamin B. Zat pewarna textil ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Kefarmasian, Dinkes Tulungagung, Masduki mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Sebab dalam momen bulan ramadan ini, banyak pedagang musiman yang menjual takjil untuk menu berbuka puasa.

"Oleh karena itu kami lakukan pemeriksaan untuk menguji produk-produk makanan dan minuman apakah benar aman dikonsumsi oleh masyarakat," ujar Masduki.

Petugas mengambil sampel makanan dan minuman di 12 tempat berbeda. Total terdapat 42 sampel makanan dan minuman yang terkumpul. Petugas lalu memeriksa satu per satu kandungan zat dalam sampel tersebut.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hasilnya, mereka menemukan dua jenis makanan, yaitu kerupuk ketela dan minuman es buah yang mengandung zat Rhodamin B. Zat ini biasa digunakan sebagai pewarna dalam industri textil dan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

"Efeknya mungkin tidak terlihat langsung, tapi sangat berpengaruh jangka panjang dan ini zat yang berbahaya," tutur dia.

Setelah temuan ini, petugas akan mendatangi penjual untuk mengetahui asal makanan dan minuman tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui produsen kedua makanan tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selain itu, mereka juga akan memberikan sosialisasi kepada penjual makanan takjil, agar selalu waspada saat menerima titipan dari pihak luar.

"Pembeli juga akan kami edukasi, jangan mudah tertarik dengan warna makanan yang menyolok, biasanya itu mengandung zat berbahaya," pungkas Masduki.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.