Minggu, 21 Jun 2026 01:49 WIB

Muhammadiyah Jatim Tolak Timnas Israel Masuk Indonesia, Begini Alasannya

Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono (kiri) saat memberi konferensi pers di kantornya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono (kiri) saat memberi konferensi pers di kantornya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keikutsertaan Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia menuai banyak penolakan dari berbagai kalangan. Merespons hal tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono turut angkat bicara.

Suko, sapaannya, menyebut ada tiga alasan mengapa penolakan terhadap Israel harus didukung. Pertama adalah alasan historis sejarah Israel adalah sejarah penjajahan atas tanah Palestina.

Baca Juga: AJI dan PFI Surabaya Kecam Pembajakan Kapal Global Sumud oleh Israel

Menurutnya, hal tersebut berdampak pada hancurnya perekonomian negara, habisnya harta maupun benda masyarakat maupun negara, timbulnya banyak perselisihan antarumat beragama dan ironisnya adalah hilangnya banyak nyawa.

"Kita semua tahu yang namanya Israel adalah sebuah negara yang cukup lama menjajah tanah Palestina. Seandainya pemerintah mennolerir kedatangan tim sepak bola Israel di Indonesia, tentu hal tersebut adalah pengkhianatan terhadap konstitusi,” ujar Suko, di kantor PW Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal, Surabaya, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga: FJN Minta Prabowo Turun Tangan Bebaskan Jurnalis RI di Israel

Alasan kedua adalah kemanusiaan. Penjajahan bertahun yang dilakukan oleh Israel tentu mencederai nalar kemanusiaan. Ia menyebut apa yang dialami Palestina adalah bukti kejadian yang merusak dan menginjak kemanusiaan. Padahal dunia tengah berada pada masa penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Atas nama kemanusiaan, kita harus mengambil langkah tegas terhadap Israel. Gencarkan kebijakan-kebijakan untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina, dengan tujuan agar tidak ada lagi penjajahan dan kolonialisme yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, demi kedamaian dan ketentraman dunia,” imbuh dia.

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

Ketiga adalah tidak ada hubungan diplomatik. Suko menyebut, hal tersebut dijelaskan dalam pembukaan konstitusi Indonesia yang tertera kalimat "penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”, sehingga sebelum Palestina merdeka tidak mungkin bagi Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel yang menjajah bangsa Palestina.

"Saya yakin masyarakat Indonesia masih bersimpati dan memiliki solidaritas tinggi terhadap bangsa Palestina yang ditindas Israel, baik karena alasan solidaritas agama maupun perikemanusiaan,” tandas pria yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya itu.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.