Senin, 15 Jun 2026 04:59 WIB

Tingkatkan Kamtibmas Ramadan, Polisi Pelototi Aksi-aksi Ini

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce. (foto: Humas Polrestabes Surabaya for jatimnow.com)
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce. (foto: Humas Polrestabes Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Polrestabes Surabaya akan meningkatkan eskalasi keamanan sepanjang bulan Ramadan. Tindakan pencegahan ini dengan melibatkan tiga pilar, yakni TNI, Satpol PP dan BPBD Kota Surabaya.

Selain itu, Polrestabes Surabaya juga mendirikan pos pantau di sejumlah titik yang dinilai rawan kamtibmas.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Ada beberapa hal yang menjadi atensi kami untuk ditekan selama pelaksanaan ibadah puasa," kata Kombes Pol Pasma Royce, di sela apel di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (22/3/2023).

Ia menambahkan jika selama ini kepolisian berusaha mencegah munculnya aksi masyarakat yang kerap muncul selama bulan puasa, seperti balap liar, petasan, perang sarung, termasuk aksi tawuran.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

"Keberadaan pos pantau itu juga dikonsep mobiling. Konsep ini untuk mencegah kerawanan di suatu titik," lanjutnya.

Selain mendirikan pos pantau, Polrestabes juga menyebar beberapa oetugas yang berpatroli sejak malam hingga menjelang waktu sahur.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Petugas diberi tugas untuk melarang atau mencegah masyarakat melakukan konvoi. Sebab, beberapa tahun sebelumnya gangguan kamtibmas dipicu anak-anak muda melakukan keliling di jalan raya sembari membawa simbol-simbol tertentu.

"Tugas ini tidak hanya menitikberatkan kepada personel. Tapi juga melibatkan tokoh-tokoh agama dan masyarakat di masing-masing wilayah Surabaya, agar dapat berperan menciptakan kondisi aman selama bulan Ramadan," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.