Sabtu, 20 Jun 2026 02:24 WIB

Rumah Warga di Jombang Porak Poranda Tersambar Petir

Rumah Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang porak poranda usai tersambar petir. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Rumah Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben yang porak poranda usai tersambar petir. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rumah milik Sugiono (41) warga Dusun Plosorejo, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, porak poranda usai tersambar petir, pada Rabu (22/3/2023) sekitar pukul 04.00 WIB.

Selain atap rumah, petir juga menghancurkan beberapa perabotan, termasuk meteran listrik yang terpasang di rumahnya. Akibat peristiwa itu, Sugiono mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Menurut keterangan Wahid (55) warga setempat, sebelum adanya sambaran petir, yang mengagetkan warga. Wilayah Desa Jombok diguyur hujan disertai petir pada pukul setengah tiga dini hari.

"Hujan setengah tiga, hujan deras. Baru ada kilat, petir. Dan baru sekitar jam empat itu baru terdengar diarr...keras sekali bunyinya," ungkapnya.

Ia menyebut suara ledakan itu mirip bom, dan terdengar oleh seluruh warga.

"Sekitar 2 kilometer itu terdengar, suaranya keras sekali, duar, sampai semua orang bangun semua dan melihat ke lokasi yang ada bunyi ledakan," ujarnya.

Saat berada di lokasi, ia melihat kondisi rumah Sugiono sudah dalam kondisi porak poranda akibat sambaran petir.

"Di sini sudah porak poranda semua, tapi warga gak berani masuk karena listrik ancur. Karena masih ada aliran listrik," jelasnya.

Ia menyebut ledakan akibat sambaran petir membuat atap rumah Sugiono rusak. Dan sejumlah barang elektronik di dalam rumah rusak.

"Genteng itu hancur, kaca jendela itu hancur, terus peralatan elektronik hancur semua, termasuk meteran listrik juga hancur disambar petir," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sementara itu, Sugiono pemilik rumah mengaku saat petir itu menyambar rumah. Ia dan anaknya sedang tidur di dalam kamar bagian belakang.

"Tadi saya tidur di kamar, terus tahu meledak di depan, seperti bola yang meledak," bebernya.

Ia mengaku kaget, karena bunyi ledakan ini mirip petasan.

"Ya kaget mas, terus lari keluar rumah minta tolong tetangga karena takut bunyi ledakan sangat keras," ujarnya.

Ia menjelaskan petir menyambar kabel almari es yang ada di dalam rumah. Sehingga barang elektronik di rumah rusak semuanya. Termasuk atap dan dinding rumah juga rusak.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Langsung ke kabel kulkas. Langsung meledak kulkas. Genteng rontok semua, kaca jendela pecah dan dindingnya juga ikut retak," bebernya.

Ia mengaku akibat peristiwa ini ia mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

"Ya kerugian kurang lebih sekitar 10 jutaan mas," ucapnya.

Ia berharap kedepan ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat sambaran petir.

"Ya tadi BPBD udah datang. Pas hujan tadi pagi. Ya harapannya ada yang bantu," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.