Jumat, 19 Jun 2026 19:42 WIB

Mahasiswa di Banyuwangi Gantung Diri Tinggalkan Secarik Kertas, Isinya Menyayat Hati

Surat yang ditinggalkan korban. (Foto: Polsek Banyuwangi for jatimnow.com)
Surat yang ditinggalkan korban. (Foto: Polsek Banyuwangi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa berinisial IR (23) warga Kelurahan Singotrunan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, gantung diri. Polisi juga menemukan secarik kertas diduga pesan terakhir sebelum korban mengakhiri hidupnya.

Isi surat yang diduga ditulis tangan oleh korban berisikan permohonan maaf kepada orang tuanya

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Mak. Sepurane Aku Wes Ngrepoti Make. Sepurane mesti dadi bebane Make. Sepuroen Aku Mak," Begitu isi surat tersebut.

Ia ditemukan gantung diri di kamarnya, Selasa (21/03/2023) kemarin. Adalah sang ibu yang mengetahui anaknya tergantung dengan seutas tali pada pukul 15.30 WIB.

"Mengetahui kondisi itu, sang ibu langsung berteriak minta tolong. Tidak lama kemudian warga berdatangan dan memberikan pertolongan, namun korban telah meninggal dunia,” ujar Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin.

Mendapat laporan, kata Kusmin, pihaknya bersama Unit Identifikasi Polresta Banyuwangi langsung terjun ke lokasi untuk olah TKP. Tim medis turut memeriksa bagian luar korban.

"Usai olah TKP jasad korban kita bawa ke RSUD Blambangan untuk visum at repertum luar," tambahnya.

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

Dari hasil pemeriksaan luar, jelas Kusmin, tidak ada tanda tanda kekerasan luar selain jeratan pada leher. Dan tanda kematian seperti korban bunuh diri.

Atas kejadian tersebut keluarga menerima dan mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah. Kusmin menuturkan, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi.

"Bersedia membuat surat pernyataan tertulis. Dan tidak akan melakukan penuntukan hukum kepada pihak manapun," terangnya.

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dirawat dan dikebumikan.


*Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.