Minggu, 21 Jun 2026 08:02 WIB

Bibir Sungai Tergerus Air, Keselamatan Penghuni Rumah di Mojokerto Ini Terancam

Tanah ambrol di bibir sungai samping rumah Susilo. (Foto: Nor for jatimnow.com)
Tanah ambrol di bibir sungai samping rumah Susilo. (Foto: Nor for jatimnow.com)

jatimnow.com - Satu rumah milik nyaris ambrol karena bibir sungai yang tepat berada di sampingnya tergerus air akibat derasnya aliran sungai. Nyawa penghuni rumah pun terancam bila tidak segera mengungsi.

Rumah itu milik Susilo warga Dusun Sumberkembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kuterejo, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Bibir sungai yang berada di samping rumah Susilo mengalami longsor sekitar 1,5 meter setelah hujan cukup deras beberapa hari lalu.

Awalnya jarak bibir sungai sekitar 4 sampai 5 meter dari bangunan seluas 15x23 meter persegi milik ayah dua anak ini. Namun, kini aliran sungai tepat berada di bawah rumahnya yang berdiri selama 50 tahun tersebut.

"Tadinya tanah ini, ada pohon-pohonnya juga, sama persis kaya yang di sana (area lahan yang tak tergerus) sekitar 4 sampai 5 meter dari rumah. Ini yang plengsengan rumah sampai ikut ambrol," kata Susilo, Senin (20/3/2023).

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Ia menambahkan, tak hanya intensitas hujan, jebolnya dam yang hanya berjarak 200 meter dari rumahnya juga salah satu pemicu ambrolnya tanah.

"Sudah hujan, dam desa juga jebol yang di ujung sana. Akhirnya airnya mutar gitu di samping rumah saya yang berdekatan dengan jembatan," ungkapnya.

Dirinya berharap, agar longsor tersebut segera ditangani. Sebab takut terjadi longsor susulan yang bisa mengakibatkan bangunan ambrol ketika hujan kembali mengguyur wilayah Mojokerto.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Ia pun memilih mengungsikan keluarganya dan barang-barang berharga ke rumah mertuanya yang berada masih satu desa.

"Saya berharap ini segera di tangani urusan longsor-longsor, terutama jembatan dan rumah-rumah warga. Sangat berbahaya. Dua anak sama istri saya ungsikan ke rumah mertua. Barang-barang baru sebagian dikeluarkan yang lain belum," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.