Senin, 15 Jun 2026 22:38 WIB

Polres Tulungagung Larang Sahur On The Road Ramadan 2023

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Tulungagung melarang pelaksanaan sahur on the road (SOTR) selama Ramadan. Larangan ini disosialisasikan dalam rapat koordinasi, yang berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat dan agama serta perwakilan perguruan silat. Selain melarang SOTR, tempat hiburan malam juga dilarang beroperasi dalam bulan Ramadan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto mengatakan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat ketika memasuki bulan Ramadan. Khususnya terkait potensi kerawanan konflik yang muncul.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres memuturkan melarang SOTR. Pasalnya, seringkali kegiatan tersebuthanya sebagai ajang konvoi motor yang menggunakan knalpot brong. Serta pemakaian sound untuk membangunkan sahur juga dilarang.

"Kegiatan sahur on the road yang menggunakan motor dan sound itu malah meresahkan warga. Makanya kami larang kegiatan sahur on the road. Dan jika ditemukan, kami akan tindak dan sita sound sistem mereka," ujarnya, Jumat (17/03/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain itu untuk menjaga situasi kondusif selama bulan Ramadan, polisi akan menggencarkan razia cipta kondisi. Terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian diantaranya petasan dan tempat hiburan malam. Selama bulan Ramadan seluruh tempat hiburan malam diminta tidak beroperasi. Razia petasan juga akan dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

"Daerah mana yang rawan sudah kita petakan, nanti akan kami lakukan operasi," tuturnya.

Potensi konflik antar perguruan pencak silat juga tak lepas dari perhatian. Untuk mencegah terjadinya konflik tersebut nantinya setiap kecamatan hanya ada satu baner berisi ucapan selamat menunaikan ibadah puasa ataupun selamat hari raya Idul Fitri. Baner tersebut atas nama paguyuban pencak silat. Setiap perguruan diimbau tidak membuat baner sendiri.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Karena hal ini akan rawan terjadi gesekan antar perguruan. Mengingat masih tinggi egosentris oknum perguruan pencak silat di Tulungagung," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.