Sabtu, 20 Jun 2026 10:48 WIB

Penjual Toko Kelontong di Banyuwangi jadi Korban Penipuan

Vita Vitriani menunjukkan foto dua pelaku terduga penipuan produk makanan ringan. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Vita Vitriani menunjukkan foto dua pelaku terduga penipuan produk makanan ringan. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah toko kelontong di Banyuwangi menjadi korban penipuan produk makanan ringan. Setidaknya sudah dua toko yang menjadi korban penipuan dari salesman produk makanan ringan kemasan.

Vita Vitriani (24), salah satu karyawan toko di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, mengaku, tertipu aksi sales yang menawarkan produk makanan ringan senilai Rp800 ribu.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Mulanya, ia didatangi dua orang sales makanan ringan untuk menjual produknya pada Senin (13/3/2023) lalu. Sebetulnya Vitriani sempat menolak, namun kemudian ia terpikat dengan keuntungan yang dijanjikan dua salesman.

"Sales itu juga menawarkan rak jajan untuk jualan secara cuma-cuma. Itu di luar keuntungan dari modal yang dikeluarkan lho," ujarnya kepada jatimnow, Rabu (15/3/2023).

Karena dianggap tak wajar, Vitriani sempat berpikir dan enggan menanggapi tawaran dua sales itu. Namun, bujuk rayu dan mahirnya sales ketika menawarkan produk, membuatnya luluh dan menerima tawaran yang disodorkan.

"Mereka juga mengaku distributor dari Surabaya, dan kebetulan buka cabang di Banyuwangi. Ya sudah, saya terima tawarannya," lanjut Vitriani.

Sebetulnya ia nyaris memberikan nominal uang yang tertera pada nota penjualan hampir mendekati Rp5 juta. Namun keputusan itu ia urungkan lantaran barang yang diberikan hanya beberapa dari yang tertera di nota penjualan.

Bahkan ia sempat hendak mentransfer dengan nominal Rp4 juta lebih. Namun ia hanya membayar Rp800 ribu secara tunai.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Duit itu sampai sekarang gak balik. Saya telfon juga tidak bisa, nomor WhatsApp saya sepertinya sudah diblokir," terang Fitriani.

Toko lain turut juga menjadi korban sales abal-abal, dengan modus serupa. Namun demikian, kerugian yang diderita juga tidak sama.

"Pelanggan saya itu banyak yang kena. Ada yang (tertipu) Rp500 ribu, ada juga yang sampai Rp2 juta. Dikasih nota, dibayar, dijanjikan keuntungan berlipat. Tapi barang gak datang," ujar Suprihatin (37), pemilik toko grosir di wilayah Genteng.

Tak hanya menyasar toko di wilayah Genteng, aksi serupa juga menimpa pelanggan di luar wilayah Genteng. Menurut Suprihatin ada korban dari Sragi, gambiran, dan Sempu.

Baca Juga: Mediasi Pembangunan Gedung PT Wulandaya di Surabaya, Ini Tuntutan Warga

jatimnow pun berupaya menelfon nomor yang tertera pada nota milik Fitriani. Namun, tiga nomor yang tertera pada nota tak satupun yang bisa dihubungi. Termasuk nomor salah satu sales yang diberikan kepada Fitriani.

Dalam nota tersebut jelas terpampang nomor telepon serta alamat perusahaan. Lengkap dengan cabang yang tersebar di sejumlah daerah.

Sejaub ini Vitriani mengaku sudah melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Polsek Genteng.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.