Selasa, 16 Jun 2026 01:29 WIB

Ratusan Ekor Sapi di Jombang Terjangkit LSD, Paling Banyak Utara Sungai Brantas

Ilustrasi peternakan sapi di Jombang (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi peternakan sapi di Jombang (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - 938 ekor sapi di Jombang terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit seperti cacar. Penyakit hewan ini bahkan sudah menyebar di 13 kecamatan.

Kasus itu kini dalam penanganan Dinas Peternakan Jombang, sesuai arahan Bupati Hj Mundjidah Wahab.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Agus Susilo Sugiyoto menjelaskan, terhitung sejak 6 Februari hingga 11 Maret 2023, kasus LSD ini ada di 13 kecamatan.

Dia merinci, untuk di Kecamatan Kabuh, ada sekitar 205 kasus. Kecamatan Plandaan 527 kasus dan Kudu ada 88 kasus. Kecamatan Bandarkedungmulyo sekitar 33 kasus, Ngusikan ada 30 kasus, Ploso dengan 15 kasus dan Tembelang 12 kasus.

Sementara di Kecamatan Perak ada 8 kasus, Megaluh 7 kasus. Kemudian Kecamatan Jombang dengan 6 kasus, Peterongan 5 kasus, Sumobito dan Jogoroto masing-masing 1 kasus.

"Kita sudah melakukan pengendalian. Termasuk pencegahan," ungkap Agus, Senin (13/3/2023)

Agus menyebut, berdasarkan data dari Dinas Peternakan, kasus terbanyak ada di wilayah utara Sungai Brantas, yaitu Kecamatan Kabuh, Plandaan, Kudu, dan Ngusikan.

"Petugas terus melakukan edukasi. Karena jumlahnya ratusan ekor sapi di utara brantas terkena LSD," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Dinas sudah menggerakkan semua petugas untuk melakukan pengobatan, edukasi dan pemberian disinfektan, termasuk penandaan," tambah Agus.

Dia menjelaskan, gejala awal ciri-ciri sapi yang terkena LSD yaitu badan sapi menjadi panas, dan nafsu makan berkurang. Kemudian terdapat benjolan-benjolan pada kulit seperti cacar air.

"Ini tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan belum ada laporan sapi yang mati akibat LSD. Tidak seperti PMK, virus ini tidak menular pada manusia. Dagingnya juga masih aman untuk dikonsumsi. Bahkan sekarang sudah ada yang sembuh, sekitar 30 persen," papar Agus.

Ia menyebut kasus LSD ini berasal dari sapi luar Jombang yang diperjualbelikan di wilayah utara Sungai Brantas.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Paling banyak itu sapi dari luar. Seperti daerah Bojonegoro itu awalnya," sambung dia.

Ia menghimbau para pemilik sapi agar tidak perlu khawatir dan panik menghadapi kasus LSD. Peternak diharapkan tetap rajin menjaga kebersihan kandang.

"Cara mengantisipasi, dikasih vitamin, dan antibiotik. Dan kandangnya dikasih disinfektan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.