Jumat, 19 Jun 2026 18:37 WIB

Kasus Penipuan Rekrutmen Tenaga Kerja ke Australia Berakhir Damai

Kacung, salah satu korban penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja ke Australia saat menunjukkan surat laporan polisi beberapa waktu lalu (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kacung, salah satu korban penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja ke Australia saat menunjukkan surat laporan polisi beberapa waktu lalu (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelapor dan terlapor dalam kasus penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja ke Australia yang ditangani Polres Jombang, akhirnya berdamai.

Tiga orang pelapor menandatangani surat damai dengan kerabat terlapor bernama Ismuasih (60), warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Pelapor pun sudah mencabut laporan polisi yang dibuatnya.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Setelah proses mediasi selesai, kasus penipuan dengan korban disebut 29 orang itu akhirnya dihentikan oleh polisi. Kini berkas perkara yang merugikan korban senilai Rp1,3 miliar tersebut berhenti.

Terlapor dalam kasus penipuan itu adalah Ismuasih. Sedangkan pelaku bernama Kacung (47) dan dua korban lainnya.

Kacung yang merupakan calon tenaga kerja ke Australia asal Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan itu menyatakan bahwa kasusnya telah selesai dimediasi oleh Satreskrim Polres Jombang.

Dia mengaku telah dipertemukan dengan terlapor yang diwakili anaknya bernama asli Asmiatun Solihah di Polres Jombang pada Kamis (2/3/2023). Dalam mediasi itu, terlapor diminta mengembalikan uang kerugian para korban.

"Sudah ada etika baik dari pelaku untuk mengembalikan hak kami. Kami diajak berdamai kekeluargaan," ungkap Kacung, Rabu (8/3/2023).

Kacung mengatakan, dalam proses mediasi itu, terlapor membawa uang Rp90 juta untuk mengganti kerugian tiga korban.

Meski tidak semua dilunasi, sambung Kacung, pihak Ismuasih berjanji akan melunasinya dalam waktu dekat.

"Sisanya akan diberikan. Tapi ini terlepas dari kepolisian. Kalau kita minta kekurangannya, langsung dengan bersangkutan," tambah dia.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Karena sudah ada pengembalian kerugian, ia mengaku bersama kedua korban lainnya langsung mencabut berkas pelaporannya ke polisi di hari itu juga.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Aldo Febrianto menyebut bahwa pihak Ismuasih sudah mengembalikan uang kerugian para korban.

"Kapan hari itu mediasi. Itu kan penipuan. Korban sudah dikembalikan kerugiannya oleh terlapor. Kalau nominalnya kurang paham," bebernya.

Menurut Aldo, pelapor juga sudah mencabut laporannya. Sehingga saat ini, penyidik sedang berproses untuk menghentikan berkas perkara kasus penipuan tersebut.

"Berkas perkara sudah dicabut, sudah selesai. Tinggal kita mau gelarkan penghentian penyidikannya," pungkas Aldo.

Baca Juga: Pria Sidoarjo Beli Motor Ninja di Jember Diduga Pakai Uang Mainan

Sebelumnya, Ismuasih awalnya menerima 32 calon tenaga kerja ke luar negeri dari berbagai daerah untuk diberangkatkan ke Australia sejak Mei 2022.

Setiap calon tenaga kerja, masing-masing diminta membayar Rp65 juta untuk mengurus dokumen luar negeri, sertifikat IELTS dan sertifikat pertanian. Namun, hanya 29 orang saja yang mampu melunasi biaya tersebut.

Setelah pembayaran administrasi dilunasi, para calon TKI ini tidak segera diberangkatkan ke Australia. Bahkan dokumen yang harusnya diterima, tidak ada fisiknya.

Para korban saat itu sadar menjadi korban penipuan Ismuasih. Hingga pada Selasa (3/1/2023), sejumlah korban melapor ke Polres Jombang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.