Rabu, 22 Jul 2026 04:33 WIB

Pria Sidoarjo Beli Motor Ninja di Jember Diduga Pakai Uang Mainan

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 25 Apr 2026 16:32 WIB
Uang mainan yang digunakan untuk membeli sepeda motor (Foto: Ulum for jatimnow.com)
Uang mainan yang digunakan untuk membeli sepeda motor (Foto: Ulum for jatimnow.com)

jatimnow.com – Aksi penipuan nekat sekaligus konyol terjadi di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Seorang pria asal Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, bernama Misdi (47), nekat mencoba membeli satu unit sepeda motor sport Kawasaki Ninja 4 tak di sebuah showroom diduga menggunakan uang mainan.

Niat hati ingin membawa pulang motor sport impian dengan cara menipu, Misdi justru harus berurusan dengan pihak berwajib setelah aksi liciknya dibongkar oleh kewaspadaan pemilik showroom pada Jumat (24/4/2026) sore.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Peristiwa ini bermula saat Misdi datang seorang diri ke sebuah showroom motor di kawasan Kencong pada pukul 14.40 WIB. Ia diketahui berangkat dari Sidoarjo menuju Jember dengan menumpangi bus umum.

Layaknya pembeli normal, Misdi tampak meyakinkan saat melihat-lihat deretan sepeda motor yang dipajang. Sang pemilik showroom, Hasan (45), dengan sabar melayani tamunya tersebut.

"Lama dia melihat berbagai merk motor dan tidak selang beberapa lama yang bersangkutan tersebut cocok dengan motor ninja 4 tak milik saya," kata Hasan.

Setelah menemukan targetnya, proses tawar-menawar pun terjadi hingga keduanya sepakat di angka Rp26 juta. Hasan kemudian menunjukkan kelengkapan surat berupa BPKB, sementara Misdi meminta agar motor tersebut segera dikeluarkan dari showroom sebagai tanda jadi pembelian.

Sesaat sebelum membawa motor, Hasan meminta Misdi untuk menyelesaikan proses pembayaran. Tersangka kemudian menyerahkan setumpuk uang pecahan Rp100 ribu. Uang tersebut telah diikat rapi menjadi 26 bendel, yang mana setiap bendelnya disimulasikan bernilai Rp1 juta.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Namun, insting bisnis Hasan menyelamatkannya dari kerugian besar. Saat menghitung tumpukan uang tersebut secara teliti, ia mendapati kejanggalan pada lembaran uang kertas yang diterimanya.

"Yang bersangkutan saya suruh bayar dulu dan ia bayar 26 juta rupiah. Sambil saya hitung uang tersebut tiba tiba saya curiga kok ada uang palsu," sambungnya.

Ternyata, pelaku menggunakan modus operandi yang cukup rapi. Untuk mengelabui korban, Misdi meletakkan uang asli sebesar Rp1 juta di bagian paling atas setiap bendelan untuk menutupi atau menjepit lembaran uang mainan di bagian bawahnya.

"Pintar pelaku ini, jadi uang asli di taruh atas untuk menjepit yang palsu. Kalau saya tidak teliti tadi motor saya raib dan saya harus merugi puluhan juta rupiah," ucapnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Menyadari dirinya hendak ditipu mentah-mentah, Hasan segera bertindak cepat dengan mengamankan pelaku dan langsung menghubungi anggota Polsek Kencong.

Mengetahui kedoknya terbongkar, Misdi mendadak panik. Ia sempat memelas, meminta maaf berkali-kali kepada Hasan, dan memohon agar kasus penipuan ini diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melibatkan pihak kepolisian.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Tak berselang lama, aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian. Misdi langsung digelandang ke Mapolsek setempat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, beserta barang bukti berupa tumpukan uang asli dan uang mainan yang digunakannya dalam beraksi.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.