Minggu, 07 Jun 2026 23:47 WIB

Program Inkubator, Sambut Tantangan Koperasi di Era Digital

Pengurus koperasi di Tulungagung saat mengikuti program inkubator (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pengurus koperasi di Tulungagung saat mengikuti program inkubator (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah pengelola koperasi di Tulungagung mengikuti program inkubator yang digelar Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian UMKM.

Mereka diajak untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi informatika yang saat ini sedang gencar berjalan. Program digitalisasi bagi koperasi ini sangat diperlukan.

Baca Juga: Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Hingga saat ini belum terdapat koperasi di Indonesia yang menerapkan sistem tersebut. Padahal di Tahun 2030, diprediksi semuanya sudah beralih ke digital.

Pengelola Perencanaan dan Program, Divisi Perencanaan LPDB Kementerian UMKM, Dwi Winanto mengatakan, digitalisasi menjadi tantangan bagi pengelola koperasi di Indonesia saat ini.

Mereka dituntut untuk dapat segera beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Semua jenis koperasi seperti koperasi simpan pinjam hingga koperasi sektor riil harus segera mengelola sistem digital. Terlebih banyak kompetitor seperti Fintech yang sudah lebih dikenal masyarakat saat ini.

"Fintech hanya dalam waktu 5 menit sudah bisa cair, koperasi sekarang masih membutuhkan waktu yang lama, harus segera beradaptasi dengan digital," ujar Dwi, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

LPDB sendiri sejak Tahun 2020 fokus menyalurkan bantuan untuk koperasi. Mereka juga melakukan pendampingan dan program inkubator guna membantu koperasi mengatasi beragam permasalahannya. Lembaga yang telah berdiri sejak 2006 ini telah menyalurkan bantuan keuangan Rp15,8 triliun untuk 416 ribu koperasi dan UMKM.

"Sejak Tahun 2020 kita fokus salurkan bantuan untuk koperasi, sebelumnya bantuan juga untuk UMKM," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Busines Learning Center (BLC) Tulungagung, Irfan Hanif Setiadi menuturkan total jumlah koperasi di Tulungagung sebanyak 1.438 koperasi.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Mayoritas merupakan koperasi simpan pinjam. Dari jumlah ini hanya 771 koperasi yang masih aktif. Sedangkan sisanya relatif stagnan.

"Untuk itu kami mengajak koperasi untuk segera bangkit dan dapat mensejahterakan anggotanya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.