Sabtu, 20 Jun 2026 13:29 WIB

Pencarian Warga yang Hilang di Sungai Brantas Tulungagung Dihentikan

Petugas saat melakukan pencarian terhadap pencari ikan di Sungai Brantas Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat melakukan pencarian terhadap pencari ikan di Sungai Brantas Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pencarian terhadap Djupri (58), pencari ikan asal Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung yang dilaporkan hilang di Sungai Brantas dihentikan.

Minimnya alat penerangan membuat proses pencarian tidak dapat dilakukan malam hari. Korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di aliran Sungai Brantas Desa Batokan, Kecamatan Ngantru pagi tadi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolsek Ngantru, AKP Sumaji mengatakan, proses pencarian dihentikan pukul 17.00 WIB. Seluruh tim yang terlibat pencarian telah dikumpulkan di posko untuk dilakukan evaluasi. Hari pertama pencarian ini tim telah menyisir sungai sejauh 1 kilometer, hingga kawasan Kabupaten Kediri.

"Dengan menggunakan perahu karet tim juga melakukan manuver di lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya korban," ujar Sumaji, Selasa (7/3/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kondisi air sungai yang keruh juga menjadi kendala dalam proses pencarian hari pertama ini. 20 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Basarnas dan BOBD terlibat dalam proses pencarian. Tim juga memantau beberapa titik di sepanjang aliran Sungai Brantas untuk membantu proses pencarian.

"Rencananya, besok radius pencarian akan diperluas. Semoga korban dapat segera ditemukan," tambahnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sebelumnya, korban datang ke Sungai Brantas bersama tiga temannya. Awalnya korban hendak mencari ikan menggunakan alat setrum. Namun alat itu rusak dan korban nekat mencari ikan dengan tangan kosong. Sekitar pukul 01.00 WIB, saksi mendengar korban berteriak minta tolong. Namun saat hendak dibantu, korban sudah hilang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.