Sabtu, 20 Jun 2026 01:54 WIB

Mahasiswa Malang Demo Kanwil DJP, Tuntut Evaluasi Pegawai Pajak

Salah satu peserta aksi membentangkan spanduk yang memprotes kekayaan pejabat negara yang dinilai tidak wajar. (foto: Galih rakasiwi/jatimnow.com)
Salah satu peserta aksi membentangkan spanduk yang memprotes kekayaan pejabat negara yang dinilai tidak wajar. (foto: Galih rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III di Jalan Letjen S. Parman Kota Malang didemo ratusan mahasiswa, Selasa (7/3/2023).

Demo yang dilakukan ini buntut viralnya salah satu pejabat DJP, Rafael Alun Trisambido yang memiliki harta ratusan miliar. Demonstran menduga kekayaan yang dimiliki Rafael Alun tidak wajar sebagai pejabat negara.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Dalam orasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa ini membawa poster bertuliskan 'Rakyat ditekan bayar pajak, uang pajak dipakai hura-hura', dan beberapa spanduk lain.

Koordinator aksi, Abdul Jamal Setyawan menjelaskan para demonstran ingin kasus Rafael bisa jadi pintu masuk evaluasi besar-besaran pegawai pajak. Menurutnya, kekayaan yang dimiliki Rafael Alun menujukkan buruknya pengelolaan pajak di Indonesia.

"Keinginan kami Presiden (Joko Widodo) mendengar dan segera mengevaluasi secara menyeluruh pejabat pajak dan evaluasi Menteri Keuangan, Sri Mulyani karena tata kelola lembaganya tidak bekerja maksimal," ujarnya.

Kasus Rafael alun menunjukkan adanya indikasi para pejabat pajak menumpuk harta pribadinya dan hidup hura-hura tak selayaknya para pelayan masyarakat.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Lalu kita juga menuntut dihapusnya tunjangan kinerja pegawai pajak. Sebab dari informasi ratusan juta digelontorkan sebagai bonus untuk pegawai pajak," terangnya.

Tuntutan lainnya, pemerintah harus merancang undang-undang pembatasan harta pejabat negara. Pasalnya beberapa oknum petugas pajak sering kali memanfaatkan jabatan untuk menumpuk kekayaan.

"Jika tidak dari kekuasaan, uang itu dari mana, sampai ratusan miliar. Mahasiswa siap mendorong agar ada rancangan undang-undang ke sana," imbuhnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Sementara itu, Kepala Bidang Penggalian Pengawas Potensi Perpajakan Kanwil DJP Jawa Timur III Heru Pamungkas Wibowo berjanji bakal menindaklanjuti tuntutan demonstran dan melaporkan kepada pimpinan pusat.

"Tentu kita tampung dan sampaikan ke pimpinan. Sebab tuntutan mereka bukanlah kewenangan kami," tutupnya.

 

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.