Rabu, 17 Jun 2026 12:49 WIB

Warga Tulungagung Hilang saat Cari Ikan di Sungai Brantas

Petugas melakukan pencarian korban tenggelam di lokasi saat mencari ikan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan pencarian korban tenggelam di lokasi saat mencari ikan. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung dilaporkan hilang saat mencari ikan di aliran Sungai Brantas. Korban diketahui bernama Djupri (58) hilang di Sungai Brantas, yang masuk desa Batokan, Kecamatan Ngantru.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, korban tengah mencari ikan dalam tradisi Pladu. Yakni tradisi dibukanya pintu DAM Waduk Lodoyo dan Wlingi di wilayah Blitar, untuk keperluan flushing.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Proses flushing ini membuat ikan di dalam waduk mabuk sehingga mudah ditangkap menggunakan tangan. Momen itulah dimanfaatkan warga untuk mencari ikan di sepanjang aliran Sungai Brantas.

Kapolsek Ngantru, AKP Sumaji mengatakan korban diketahui mencari ikan saat pladu bersama tiga temannya. Mereka tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban bersama temannya lalu mencari ikan di sekitar lokasi menggunakan alat penyetrum dan jaring. Namun alat tersebut mengalami kerusakan dan memutuskan mencari ikan dengan tangan kosong.

Korban tenggelam diketahui seorang pencari ikan yang mengikuti tradisi pladu di Sungai Brantas Tulungagung. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)Korban tenggelam diketahui seorang pencari ikan yang mengikuti tradisi pladu di Sungai Brantas Tulungagung. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Korban datang bersama tiga temannya untuk mencari ikan di sungai tersebut," kata Sumaji, Selasa (07/03/2023).

Ia menambahkan jika saksi sempat mendengar suara teriakan meminta tolong. Karena minim alat penerangan, saksi tidak dapat memberikan pertolongan kepada.

Saksi kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Polisi yang menerima laporan itu langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pemantauan.
"Kita menerima laporan pagi sekitar pukil 04.30 WIB dan langsung ke lokasi kejadian, " tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hingga saat ini proses pencarian terhadap korban masih berlangsung. Tim dari BPBD dan Basarnas ikut membantu proses pencarian korban, menggunakan perahu karet. Sejauh ini tim pencari terus menyusuri lokasi yang diduga kuat tempat korban tenggelam.

"Proses pencarian masih berlangsung semoga dapat segera ditemukan, " pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.