Jumat, 19 Jun 2026 08:01 WIB

Donasi Bayi Hidrosefalus asal Lamongan Tembus Rp200 Juta, Orang Tua Sedih

Kondisi bayi pengidap hidrosefalus asal Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kondisi bayi pengidap hidrosefalus asal Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. (foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bayi pengidap hidrosefalus, Diandra Putra Nur Ardianzah asal Lamongan menyita simpati dari berbagi pihak. Bentuk simpati itu dengan memberi donasi hingga mencapai Rp200 juta.

Meski begitu, pihak keluarga malah mengutarakan penyataan yang mengejutkan. Hal itu, lantaran pihak lembaga penggalang dana memberlakukan aturan yang dinilai menyulitkan dalam proses pencairan uang donasi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Orang tua Diandra, Desi menyampaikan awalnya ia menyambut baik aksi lembaga yang menawarinya penggalangan dana. Namun, seiring berjalanya waktu dana terkumpul ia rasa kesulitan untuk mengklaim uang donasi.

"Awalnya ada orang datang menyodorkan MoU dan lain sebagainya. Namun, pencairannya sulit harus menyertakan bukti transaksi atau struktur kebutuhan adik Diandra," ujar Desi, Senin (6/3/2023).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Dari donasi yang terkumpul sebanyak Rp 200 juta, pihak keluarga hingga saat ini hanya menerima Rp3 juta. Itupun harus melalui berbagai tahapan pencarian yang disebut malah menjadi kendala kesembuhan Diandra.

"Untuk pengobatan kan sudah tercover BPJS, namun mekanisme pencairan hanya diperuntukan untuk kebutuhan Diandra. Padahal ada hal lain seperti akomodasi dan keperluan lain di luar perawatan kesehatan," paparnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Ia menghawatirkan jika kondisi yang diderita putranya malah dimanfaatkan dan dieksploitasi oleh pihak tertentu. Desi dan kelurga kini mengaku pasrah dan tidak terlalu menghiraukan uang penggalangan dana tersebut.

"Kalau ngurusi itu (penggalangan dana) malah nggak fokus ke kesehatan anak saya, urus ini itu dan lain sebagainya. Saat ini saya fokus ke kesehatan Diandra," bebernya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.