Minggu, 14 Jun 2026 20:39 WIB

Nenek Tewas Gantung Diri, Sempat Percobaan Bunuh Diri 3 Kali

Petugas berada di lokasi gantung diri. (Polsek Pesanggaran for jatimnow.com)
Petugas berada di lokasi gantung diri. (Polsek Pesanggaran for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus bunuh diri kembali tejadi di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kali ini dilakoni oleh seorang lansia asal Desa Sumbermulyo pada Minggu (5/3/2023) lalu.

Korban berinisial NM (88) yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban ditemukan dalam posisi tergantung oleh cucunya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Korban ditemukan oleh oleh cucunya saat menyambangi kediaman orang tuanya. Kebetulan korban tinggal bersama dengan orang tuanya," kata Kapolsek Pesanggaran AKP Basori Alwi, Selasa (7/3/2023).

Saat ditemukan, lanjut Basori, posisi korban tergantung di dapur rumahnya. Ia kaget mendapati sang nenek dalam kondisi tak bernyawa.

"Kebetulan sang ayah sedang berada di rumah anaknya. Jadi tak ada yang mengetahui saat korban gantung diri," tambahnya.

Basori mengatakan sebelum gantung diri, korban kerap melakukan upaya percobaan bunuh diri. Namun, upaya itu digagalkan oleh warga sekitar.

Baca Juga: Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Kasus Kematian Nenek di Tulungagung

"Korban sudah tiga kali melakukan upaya percobaan bunuh diri dengan cara melompat ke sungai. Tapi gagal karena diselamatkan warga," terangnya.

"Hingga upaya keempat yang berakhir dengan kematian korban," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, terang Basori, tak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga menolak proses autopsi.

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

"Pihak keluarga juga menyatakan bahwasannya korban meninggal dengan cara gantung diri dengan membuat surat keterangan tertulis," jelasnya.

Sebelumnya, masyarakat Pesanggaran dihebohkan dengan peristiwa bunuh diri yang dilakukan MR (11), siswa sekolah dasar asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Senin (27/02/2023). Aksi nekat MR diduga didasari lantaran korban kerap dirundung oleh teman sebayanya.

*Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.