Selasa, 16 Jun 2026 21:46 WIB

Sudah Tahu Wilayah Rawan Narkoba di Tulungagung? Ada di Sini

Tersangka pengedar narkoba saat gelar rilis di Polres Tulungagung. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tersangka pengedar narkoba saat gelar rilis di Polres Tulungagung. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan pengedar narkotika dan obat terlarang ditangkap Satresnarkoba Polres Tulungagung. Penangkapan ini dilakukan dalam kurun waktu dua bulan terakhir, yakni Januari-Februari.

Setidaknya Satresnarkoba Polres Tulungagung menangkap tiga pengedar yang diketahui sebagai residivis. Bahkan salah satu di antarnya baru keluar dari penjara dengan status bebas bersyarat.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Para pengedar tersebut terpaksa merasakan dinginnya lantai sel penjara untuk mepertangungjawabkan perbuatannya.

Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung, AKP Didik Riyanto mengatakan dalam bulan Januari hingga Februari ini pihaknya mengungkap 20 kasus peredaran narkoba dan miras.

Total jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 22 orang. Satu tersangka diketahui berjenis kelamin perempuan, dan baru saja keluar dari penjara dengan status bebas bersyarat.

"Dari 22 tersangka ini, ada tiga orang yang berstatus residivis, salah satunya perempuan," ujarnya, Kamis (2/3/2023).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Selama kurun waktu dua bulan ini, diketahui wilayah Kecamatan Kedungwaru menjadi lokasi terbanyak pengungkapan kasus. Total terdapat enam kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Didik mengungkapkan ada perubahan trend yang dilakukan oleh para pengedar. Biasanya kasus ungkap paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Ngunut.

"Kami menduga para pengedar ini sudah melakukan pemetaan, mereka kini bergeser ke wilayah Kedungwaru," tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain itu polisi juga mewaspadai peredaran narkoba di beberapa titik perbatasan. Beberapa modus yang dilakukan pengedar dengan cara meletakkan barang di titik perbatasan.

Umumnya pengambil barang akan langsung melarikan diri ke luar daerah. Untuk mencegah hal ini, polisi telah melakukan pemetaan ke sejumlah titik rawan.

"Kami mewaspadai daerah-daerah yang perbatasan dengan Trenggalek, Blitar dan Kediri. Titik-titik inilah yang kita awasi," tegasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.