Senin, 22 Jun 2026 00:57 WIB

Harga Beras Lokal Masih Mahal, Warga Jombang Beralih Beli Produk Impor

Sugandi pedagang yang menjual beras impor di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Sugandi pedagang yang menjual beras impor di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam minggu-minggu ini, beras impor mulai masuk ke sejumlah lapak pedagang beras yang ada di pasar tradisional. Salah satunya di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang.

Bahkan, stok beras impor asal Thailand ini sangat melimpah, bila dibandingkan dengan stok beras lokal. Untuk kualitas, beras impor ini juga lebih bagus, dan harganya sangat terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Kondisi ini membuat para konsumen beras lokal beralih ke beras impor yang harganya Rp9.400 per kilogram. Harga ini merupakan harga eceran tertinggi (HET). Lebih murah bila dibandingkan dengan harga beras lokal yang ada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp11 ribu.

Wahyu (41) salah satu pembeli beras impor di PCN Jombang mengaku sekarang beralih mengkonsumsi beras impor. Lantaran kualitasnya lebih bagus dan harganya murah.

Ia menjelaskan jika dibandingkan dengan beras lokal, beras impor ini selain harganya lebih murah, kualitasnya juga lebih bagus.

"Kualitasnya lebih bagus, berasnya bersih, putih dan pulen. Makanya ini tadi saya beli 11 kilo," jelasnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sementara itu, Sugandi (58) pedagang beras di PCN Jombang mengatakan saat ini beras impor sudah masuk ke pasar Jombang. Namun beras impor ini dibatasi dengan HET, sebesar Rp9.400.

"Beras impor ini dibatasi HET Rp9.400 mas. Sedangkan beras lokal saat ini harganya masih berkisar Rp10.000 sampai Rp11.000," katanya.

Ia mengaku saat ini beras impor tengah masuk ke sejumlah pasar yang ada di Jawa Timur. Sehingga stok melimpah. Sedangkan untuk beras lokal, saat ini petani baru akan panen raya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Ini kalau di pasar beras impor sudah masuk mas di Jawa Timur. Kalau beras lokal petani menghadapi panen raya," ucapnya.

Ia mengaku karena harga beras lokal masih mahal, para konsumen beralih ke beras impor. Selain itu, ada perbedaan yang cukup mencolok selain harga beras impor lebih murah. Beras impor juga lebih putih dan bila dimasak beras bisa lebih mengembang.

"Untuk konsumen rata-rata mencari beras yang harganya murah, enak yang bagus. Yaitu beras impor dengan harga Rp9.400 per kilogram," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.