Kamis, 18 Jun 2026 14:52 WIB

Wow! ASN Bojonegoro Sanggup Jual Bonsai Mini ke Malaysia, Ini Kisahnya

Totok Sujatmiko ditengah kesibukannya merawat bonsai mini. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Totok Sujatmiko ditengah kesibukannya merawat bonsai mini. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Totok Sujatmiko warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan/Kota Bojonegoro sukses menggeluti budi daya bonsai mini. Buah karya bonsai mini miliknya langganan juara berbagai kontes.

Bahkan karyanya sudah tembus hingga pasar luar negeri. Pundi-pundi cuan pun mengalir deras ke kantongnya.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai aparatur sipil negara itu (ASN) itu menyulap pekarangan rumahnya yang berlokasi di Gang Sawahan Kelurahan Sumbang, menjadi kebun budi daya berbagai jenis tanaman bonsai.

Usai menyelesaikan pekerjaannya, ia selalu sibuk merawat berbagai jenis tanaman miliknya, untuk disulap menjadi beragam bentuk bonsai yang bernilai ekonomi tinggi.

Berbagi tanaman itu ditanam di atas pot yang padukan dengan bebatuan alam. Kemudian dibentuk sedemikian rupa dengan menggunakan kawat. Sehingga menghasilkan lekukan dahan yang indah, dan terlihat estetik.

Terdapat beragam jenis bonsai yang tengah ia budidayakan. Di antaranya tanaman jenis sakura, hokian tea, sancang, beringin afrika, dolar mangkok, seribu bintang dan masih banyak jenis tanaman lainnya.

Totok Sujatmiko atau yang akrab disapa Mukidi mengaku sudah 18 tahun menekuni dan menggeluti tanaman hias bonsai mini. Menurutnya saat ini trend pasar cenderung lebih melirik bonsai mini dari pada jenis bonsai pada umumnya.

“Karena pasarnya yang laku saat ini adalah bonsai mini, di samping harganya murah. Konsumen beranggapan bonsai mini adalah alternatif untuk bisa mempunyai tanaman hias dengan bentuknya yang indah dan rapi, tapi murah," kata Mukidi, Sabtu (25/2/2023).

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

"Jadi, untuk saat ini semua kalangan mulai menyukai dan ingin memiliki bonsai mini, tidak harus sultan atau pecinta bonsai saja, melainkan semua orang bisa membelinya,” sambungnya.

Melihat peluang itu, Mukidi lantas menekuni budi daya bonsai mini. Berkat usaha dan kerja kerasnya, beragam bentuk bonsai mini yang indah sudah banyak diminati hingga keluar kota Migas. Sebut saja pembeli asal Bekasi, DKI Jakarta bahkan hingga negara tetangga seperti Malaysia.

“Awalnya senang dengan tanaman hias. Kurang lebih dua tahunan ini mulai menekuni budi daya bonsai mini, karena penjualannya relatif mudah dan banyak peminatnya,” Mukidi menjelaskan.

Tak hanya bonsai mini, pria kelahiran 1978 ini juga membuat bonsai pesanan maupun bonsai untuk kontes. Di kebunnya juga dipajang sejumlah bonsai yang telah memenangkan berbagai perlombaan atau kontes bonsai.

Baca Juga: Jerit Istri Sah Oknum ASN BPKAD Jatim, Terbukti Berzina Tapi Belum Ditahan

Soal harga lanjut Mukidi, bonsai mini hasil budi daya dan kreasinya dijual dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

“Untuk harga bonsai mini, tinggal melihat tingkat kerumitan dalam proses pembuatannya. Jika prosesnya sangat rumit dan bentuknya bagus, juga akan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Jadi tidak hanya dilihat dari bentuknya yang indah, melainkan prosesnya,” ujarnya.

Terpisah, Samsul Mualim (29) pecinta Bonsai asal Kecamatan Temayang mengaku, berminat terhadap bonsai mini. Selain harganya yang relatif murah, ia mengaku bahwa bonsai ini akan menambah nilai estetika jika dipakai untuk mendesain ruangan maupun dipajang di rumah.

“Menurut saya bonsai mini ini memiliki nilai estetika lebih jika dipajang dirumah, selain itu tanaman ini juga tidak memerlukan perawatan yang begitu ekstra, karena penyiramannya tidak harus sering,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.