Selasa, 16 Jun 2026 12:52 WIB

Mengenang 5 Desa di Sidoarjo yang Hilang Terdampak Bencana Lumpur Lapindo

Patung di lumpur Lapindo (Instagram: @AdiMrizal)
Patung di lumpur Lapindo (Instagram: @AdiMrizal)

jatimnow.com - Bencana lumpur Lapindo yang terjadi pada tahun 17 tahun silam mengakibatkan banyak wilayah desa di Kabupaten Sidoarjo terendam lumpur dan hilang.

Wilayah administratif desa yang dianggap hilang oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mayoritas adalah kawasan yang masuk dalam peta atau area terdampak lumpur lapindo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Banyak dari kita yang belum tahu desa mana saja yang saat ini telah dinyatakan hilang tenggelam akibat bencana lumpur panas yang keluar dari sumur bor milik perusahaan Lapindo Brantas Inc. Berikut adalah beberapa nama desa yang hilang akibat bencana tersebut:

1. Desa Siring, Mindi, Jatirejo dan Renokenongo yang ada di Kecamatan Porong

Keempat Desa tersebut adalah desa yang hilang di wilayah administratif Kecamatan Porong akibat lumpur Lapindo Sidoarjo. Desa yang terletak di Kabupaten Sidoarjo ini, pernah menjadi desa yang ramai dengan aktivitas warganya. Namun, pada tanggal 29 Mei 2006, desa ini dilanda bencana lumpur Lapindo yang mengalir tak terkendali hingga menenggelamkan sebagian besar desa, termasuk rumah-rumah, sawah, dan jalan-jalan.

Bencana lumpur Lapindo Sidoarjo terjadi karena kebocoran sumur gas milik PT Lapindo Brantas. Kejadian tersebut menyebabkan lumpur vulkanik mengalir keluar dari sumur dan membentuk lubang besar di dekatnya. Akibatnya, lumpur terus mengalir keluar dan membanjiri daerah sekitar. Saat ini, lubang tersebut masih tetap terbuka dan lumpur masih terus keluar, mengalir hingga mencapai sekitar 180 ribu meter kubik per hari.

Keempat desa tersebut sebelumnya merupakan desa yang subur dan makmur. Warganya mayoritas adalah petani yang menggantungkan hidup dari hasil bumi. Desa ini juga memiliki potensi pariwisata dengan keindahan sawah yang berundak dan suasana pedesaan yang asri. Namun, setelah terkena dampak lumpur Lapindo, desa ini tidak lagi menjadi desa yang ramai dan produktif.

Monumen lumpur Lapindo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)Monumen lumpur Lapindo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

2. Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin

Desa Ketapang adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Desa Ketapang menjadi salah satu dari beberapa desa yang terendam lumpur Lapindo sejak tahun 2006.

Sejak bencana lumpur Lapindo terjadi, Desa Ketapang menjadi salah satu desa yang terdampak paling parah. Sebagian besar rumah di desa ini tenggelam di dalam lumpur, bahkan ada beberapa bangunan yang hanya meninggalkan atapnya saja yang terlihat di atas permukaan lumpur. Banyak penduduk desa Ketapang yang kehilangan rumah dan harta benda akibat bencana ini.

Selain kerugian materiil, bencana lumpur Lapindo juga membawa dampak psikologis yang besar bagi warga desa Ketapang. Mereka harus kehilangan rumah dan kehidupan yang mereka kenal selama ini, serta harus beradaptasi dengan kondisi yang sangat berbeda di mana lumpur terus mengalir dan menenggelamkan lingkungan sekitar.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Banyak masyarakat yang akhirnya kehilangan pekerjaan dan penghidupan akibat bencana tersebut. Mereka harus mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman dan terpaksa meninggalkan rumah dan tanah kelahiran mereka.

Meski pemerintah telah memberikan ganti rugi kepada warga yang terkena dampak, namun tidak dapat menutupi kerugian yang telah dialami. Banyak warga yang merasa kehilangan identitas dan perasaan kehilangan akibat kehilangan tempat tinggal dan lahan yang selama ini telah ditinggali dan dikerjakan.

Bencana lumpur Lapindo Sidoarjo masih terus berlangsung hingga saat ini dan belum ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Diperlukan kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menangani dan meminimalisir dampak dari bencana ini. Dari kelima Desa tersebut dapat menjadi contoh nyata betapa bencana alam dapat merusak kehidupan manusia dalam waktu singkat dan perlu adanya perhatian yang serius untuk mengatasi dampaknya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.