Kamis, 18 Jun 2026 09:50 WIB

Keluhkan Aktivitas Pengolahan Limbah, Warga di Jombang Wadul Polisi

Warga Dusun Meduran, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang saat mendatangi polsek setempat (Foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)
Warga Dusun Meduran, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang saat mendatangi polsek setempat (Foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan warga Dusun Meduran, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang mendatangi polsek setempat, Jumat (24/2/2023) malam.

Kedatangan warga ini untuk mengadukan keluhannya ke polisi, terkait bau menyengat yang ditimbulkan pengolahan limbah slag aluminium di dusun setempat.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Rouf (45), warga setempat mengaku, selama ini warga mengeluhkan bau menyengat pengolahan limbah slag aluminium, yang beroperasi selama dua bulan terakhir.

"Slag aluminium ini diolah terus menimbulkan bau menyengat, membuat warga ibadah tidak tenang, tidur juga tidak tenang," ungkap Rouf ditemui di depan Mapolsek Jogoroto.

Dia mengatakan bahwa lokasi pengolahan limbah slag aluminium itu berada di tengah pemukiman warga dan berhadapan dengan Masjid Baitul Hikmah.

"Lokasi pengolahan limbah itu jaraknya sekitar 15 meter dari masjid," tambah dia.

Dia menjelaskan, warga tidak berniat mengusik pengolahan limbah itu. Meskipun ada juga tempat lain yang melakukan pengolahan limbah serupa.

"Warga tidak mengusik yang lain. Tapi kalau orang ini pemain yang baru," jelasnya.

Dia menyebut bahwa usaha pengolahan limbah slag aluminium ini beroperasi setiap hari, sehingga menimbulkan bau menyengat.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Kegiatannya mulai pagi sampai sore. Saya ini takmir masjid dan dapat keluhan jamaah masjid terus ke polsek," bebernya.

Lantaran tidak mengerti bagaimana cara menutup lokasi pengolahan limbah itu, warga akhirnya mendatangi polsek.

"Dilaporkan ke polsek, supaya pengolahan limbah slag aluminium ini ditutup," tegasnya.

Sementara Jimmy (39), warga lainnya mengaku bahwa bau menyengat ini sangat menggangu warga. Bahkan berdampak pada kesehatan warga.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Mata jadi tidak nyaman, terus bikin sesak nafas. Dan itu banyak yang mengeluhkan," terangnya.

Dia berharap agar Polsek Jogoroto bisa memediasi warga dan pemilik pengolahan limbah itu.

"Kita ingin mediasi aja mas, agar tempat pengolahan ini pindah dari depan masjid," pungkasnya.

Warga tampak ditemui Kapolsek Jogoroto AKP Darul Huda.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.