Sabtu, 20 Jun 2026 06:24 WIB

Luapan Bengawan Jero, Banjir di Lamongan Meluas jadi 42 Desa

Kondisi rumah warga terdampak banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kondisi rumah warga terdampak banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Banjir akibat luapan sungai Bengawan Jero Lamongan kian meluas. BPBD setempat mencatat banjir kini telah melanda 42 desa di 6 kecamatan.

Banjir luapan anak Bengawan Solo tersebut berdampak ke 9 desa di Kecamatan Karangbinangun, 7 desa di Kecamatan Glagah, 5 desa di Kecamatan Deket, 11 desa di Kecamatan Turi, Sementara di Kecamatan Karanggeneng 2 desa dan 8 desa di Kecamatan Kalitengah.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Terhitung ada 7 desa dan 1 kecamatan baru yang terdampak luapan Bengawan Jero. Ketinggian air bervariatif dengan kedalam banjir terparah di Desa Tiwet, Kalitengah yang mencapai 35-45 Cm.

"Data sebelumnya 35 desa di 5 kecamatan, kali ini bertambah 5 desa di kecamatan terdampak sebelumnya dan 2 desa di Kecamatan Karanggeneng, total 42 desa. Kurang lebih 3 ribuan rumah warga terdampak," ungkap Kapala BPBD Lamongan, Gunadi, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dikabarkan Gunadi, banjir makin parah karena kondisi debit air Bengawan Solo juga mengalami peningkatan. Sehingga mempengaruhi optimalisasi pembuangan air di Bengawan Jero.

"Kondisi elevasi Bengawan Solo sedang tinggi sehingga pintu pembuangan air tidak bisa dibuka untuk membuang air," ujarnya.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Namun, Gunadi mengaku pihaknya sudah mengaktifkan pompa pembuangan air di pintu air Kuro dan Melik. Meski tidak begitu signifikan menguras air luapan Bengawan Jero.

Sementara itu kondisi terkini di wilayah terdampak banjir, warga mulai sulit mempergunakan akses jalan karena terendam air. Perahu pun kini dijadikan sebagai alat transportasi oleh warga terdampak.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.