Sabtu, 13 Jun 2026 10:17 WIB

Fakta Penyebab Jembatan Putus di Asemgede Jombang

Gorong-gorong yang jebol akibat air hujan. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Gorong-gorong yang jebol akibat air hujan. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jembatan penghubung antar Kabupaten di Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan, Jombang, yang putus diakibatkan luapan air hujan, pada Minggu (19/2/2023) malam, mendapat respons dari pemerintah kabupaten setempat.

Menurut penjelasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bayu Pancoroadi, jembatan Asemgede yang dimaksud adalah bangunan duiker atau gorong-gorong.

Baca Juga: Info Cuaca Jatim, Probolinggo Waspada Hujan Lebat, Daerah Lain Terkendali

Ia menyebut duiker itu adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air melewati bawah jalan air lainnya, di bawah jalan. Gorong-gorong juga digunakan sebagai jembatan ukuran kecil.

"Duiker ini sama dengan gorong-gorong," ungkap Bayu, saat ditemui di kantor PUPR, Senin (20/2/2023).

Lebih lanjut Bayu menjelaskan pada tahun 2021, pihaknya tengah melakukan perbaikan duiker tersebut. Perbaikan menyasar sayap-sayap duiker, baik dari hulu hingga ke hilir.

"Kita sudah melakukan pemeliharaan di sana pada tahun 2021 akhir tahun. Sayap-sayap duiker itu, baik dari hulu hingga hilir, plus tengah. Dan TPJ (tembok penahan jalan) nya," kata Bayu.

Untuk kejadian kemarin, ia mengaku disebabkan curah hujan tinggi, dan saluran buang air tidak bisa berjalan maksimal. Sehingga air menggerus bagian samping duiker.

"Air melimpah ke sawah, menabrak duikernya itu. Menggerus Duiker, bagian kanan kirinya. Air masuk melalui bawah karena besarnya air. Sehingga Duiker itu hancur," paparnya.

Ia membenarkan bahwa duiker itu, merupakan akses jalan warga Asemgede satu-satunya.

"Ya akses jalannya ya itu saja. Makanya mau gak mau harus dilakukan perbaikan. Makanya PU kemarin sama Desa buat jembatan darurat," ujarnya.

Baca Juga: BMKG Cabut Status Siaga, Tersisa 5 Daerah Waspada Hujan di Jatim

Selain itu, kendala yang paling utama penyebab terjadinya peristiwa itu, adalah saluran air yang tidak berfungsi secara maksimal.

Dikarenakan saluran buang air di duiker itu, berubah fungsi menjadi lahan persawahan yang dimanfaatkan warga setempat.

"Sebenarnya air itu masuknya lewat jembatan itu. Karena di bawah jembatan itu salurannya dangkal. Akhirnya air itu malah megalir ke tempat yang lebih rendah, dan masuk ke duiker yang jebol itu," bebernya.

Untuk itu, sambung Bayu, langkah yang paling cepat harus dilakukan adalah melakukan normalisasi saluran buang.

"Jadi untuk drainase, kita akan normalisasi biar air mengalir sesuai dengan awalnya yang di jembatan itu," terangnya.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Meski demikian, upaya normalisasi ini masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, sendimen tanah yang ada di saluran itu, saat ini masih ditanami warga setempat.

"Mau kita normalisasi sekarang. Masyarakat minta dilakukan setelah panen. Karena saluran itu ditanami sama masyarakat," tegasnya.

"Akar permasalahannya sebenarnya ya terkait dengan drainasenya itu. Karena endapannya gak normal, mau kita normalisasi sekarang. Tapi warga minta nunggu habis panen. Karena tanaman padi di saluran itu juga dimanfaatkan warga sendiri tidak untuk dijual," lanjut Bayu.

Dengan peristiwa kemarin itu, lanjut Bayu, warga Asemgede menyadari betul konsekuensi atas tidak berfungsinya saluran air.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.