Minggu, 21 Jun 2026 14:26 WIB

Reaktivasi Jalur Kereta di Madura Dinilai Lebih Realistis Ketimbang Jalan Tol

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Reaktivasi jalur kereta api yang kencang disuarakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi merupakan ide lebih realistis dan ekonomis dibandingkan proyek jalan tol Madura.

Penilaian ini diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Paling tidak, reaktivasi jalur kereta Madura akan lebih mudah direalisasikan dan lebih ekonomis jika dilihat dari sisi investasi. Saya pikir akan membawa multiefek bagi Madura, khususnya membuka wilayah dan mempermudah akses terhadap wilayah Madura timur,” ucap Surokim, Sabtu (18/2/2023).

Reaktivasi jalur kereta, lanjut Surokim, tidak sekadar menjadi memorabilia terhadap sejarah transportasi publik di Madura. Karena bisa mengurangi beban transportasi jalan darat nasional Madura yang selama ini sering macet di simpul-simpul pasar sepanjang perjalanan darat Bangkalan-Sumenep.

"Jika ini bisa terealisasi tentu akan punya banyak implikasi. Selain bisa memperpendek waktu tempuh antardaerah, juga bisa membuka peluang mengembangkan pariwisata dan potensi membuka peluang pengembangan wilayah dan potensi ekonomi yang lain,” beber dia.

Surokim juga menyebut, percepatan reaktivasi jalur kereta di Madura bisa menopang peran pemerintah pusat terhadap transportasi penunjang wisata di sana.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

"Potensi-potensi wisata di Sumenep dan wilayah kepulauan timur, akan kian terjangkau dan mudah di akses dengan kemudahan transportasi,” kata Surokim.

Sementara Bupati Sumenep Fauzi mengungkapkan, respons positif pemerintah pusat itu terhadap reaktivasi jalur kereta ditunjukkan lewat PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang belum lama ini mengirimkan surat ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep.

Dalam suratnya, PT KAI mengarah pada inventarisasi aset, termasuk pembayaran Surat Pemberitahuan Pajak Tertuang (SPPT) yang biasa dilakukan setiap tahun.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Fauzi menilai, permintaan tersebut sekaligus menjawab harapan masyarakat Madura yang menginginkan moda transportasi kereta dihidupkan lagi.

"Tentu kami segera menyiapkan data-data aset kereta. Ini (surat PT KAI) sekaligus menjawab doa kita semua masyarakat Madura,” kata Fauzi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.