Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan
- Penulis : Ali Masduki
- | Senin, 13 Apr 2026 09:12 WIB
jatimnow.com - Puluhan tahun dibiarkan menjadi semak belukar, lahan seluas 2.750 meter persegi di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, kini berubah menjadi ladang produktif.
Di tangan Abunali Ja’far, tanah yang semula sunyi itu berganti rupa menjadi hamparan hijau budidaya pisang yang menjanjikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura
Melalui bendera Sahabat Pisang Farm yang berdiri sejak Agustus 2025, alumni Agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura ini membuktikan bahwa tanah gersang bukan penghalang untuk berbisnis. Ia memilih pulang ke kampung halaman untuk mengolah kembali lahan yang lama terabaikan.
"Awalnya benar-benar dari nol. Saya harus babat semak belukar yang sudah menahun, mengolah tanahnya lagi, sampai membuat bedengan dan lubang tanam satu per satu," tutur Abunali saat ditemui di kebunnya, Minggu (12/04/2026).
Langkah awal yang ia lakukan adalah memulihkan kesehatan tanah. Abunali menggunakan kapur dolomit untuk menstabilkan tingkat keasaman (pH) tanah serta memberikan asupan nutrisi dari pupuk kandang yang telah difermentasi.
Baginya, kunci keberhasilan tani bermula dari cara memperlakukan tanah sebagai aset yang harus dirawat, bukan sekadar media.
Untuk menjamin kualitas hasil panen, pria yang sempat berkarier sebagai konsultan lingkungan ini mendatangkan bibit unggul langsung dari Sumatera Utara.
Tiga varietas menjadi andalannya. Di antaranya pisang Cavendish, pisang kepok kuning tanpa jantung, dan pisang raja bulu kuning.
Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat
Sebelum ditanam ke tanah lepas, bibit-bibit tersebut harus melewati masa adaptasi di dalam polybag selama sebulan.
Pola perawatan pun dilakukan secara disiplin, mulai dari pemberian urea hingga pupuk NPK untuk mempercepat pertumbuhan.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Dari 80 pohon yang tertanam, lima tandan besar sudah masuk meja pasar, sementara 20 tandan lainnya segera menyusul untuk dipanen.
"Hasil panen ini menjadi bukti kalau ketekunan bisa mengubah keadaan. Rencananya saya akan tambah lagi 100 pohon, terutama untuk jenis Cavendish yang peminatnya cukup tinggi," tambah mantan tenaga pendamping koperasi tersebut.
Baca Juga: Update Cuaca Hari Ini, Angin Kencang Ancam Surabaya Raya hingga Madura
Saat ini, serapan pasar mulai meluas di wilayah Madura. Pisang kepok kuning hasil budidayanya sudah rutin diambil pedagang lokal, sementara untuk jenis Cavendish mulai mengisi kebutuhan dapur penyedia konsumsi (katering) di sekitar Sampang.
Meski demikian, Abunali mengaku masih menghadapi kendala teknis, terutama pada proses pematangan buah atau ripening.
Ia berambisi menguasai teknik tersebut agar kualitas tampilan buahnya mampu bersaing dengan produk pisang di supermarket besar.
Ke depan, Sahabat Pisang Farm ditargetkan mampu menampung hingga 180 pohon. Abunali ingin kebunnya tidak hanya menjadi sumber penghasilan pribadi, tetapi juga menjadi model bagi pemuda desa lain bahwa sektor pertanian adalah jalur yang mampu menciptakan kesejahteraan nyata di daerah sendiri.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83705-sarjana-pertanian-pulang-kampung-garap-budidaya-pisang-di-tambelangan