Kamis, 18 Jun 2026 08:13 WIB

Pernyataan Lengkap Persatuan BEM Madura soal Reaktivasi Jalur Kereta

Pernyataan BEM se-Madura mendukung reaktivasi jalur kereta di Madura. (Foto: Fandi for jatimnow.com)
Pernyataan BEM se-Madura mendukung reaktivasi jalur kereta di Madura. (Foto: Fandi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Reaktivasi rel kereta api di Madura mendapat dukungan mayoritas warga karena akan menekan kemacetan di beberapa titik seperti Kabupaten Bangkalan dan Sampang.

Program tersebut juga diprediksi akan menekan angka kemiskinan esktrem di wilayah Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Koordinator Ketua Badan Eksektuf Mahasiswa (BEM) Sumenep 2022 Nur Hayat meminta pemerintah segera menganggarkan program itu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2023 mendatang.

"BEM Madura mengawal isu kemiskinan, apalagi tiga kabupaten ini menjadi project pengentasan kemiskinan ekstrim. Harapan kita setelah program reaktivasi maka tiga kabupaten itu secepatnya mampu keluar dari kemiskinan," katanya, Sabtu (18/2/2023).

Menurut dia, pengaktifan jalur kereta api sangat rasional dan efektif untuk menghubungkan empat Kabupaten di Madura.

"Selama ini problem utama di Madura salah satunya adalah kemacetan di Bangkalan dan Sampang. Jadi perlu alternatif karena itu usulan bupati Sumenep sangat bagus dan didukung semua pihak," tambahnya.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Maka, dengan adanya reaktivasi, maka ekonomi di Madura akan cepat bangkit, mulai dari sektor pertanian, peternakan, ditambah potensi pariwisata di Madura juga akan terangkat karena akses di empat kabupaten itu menjadi lebih mudah.

"Harapannya transportasi bisa efektif dan membantu ekonomi di Madura, termasuk sektor pariwisata dan lain-lain. Karena itu harus direalisasikan secepatnya," jelasnya.

Nur Hayat menegaskan, BEM se-Madura akan mengawal usulan reaktivasi jalur kereta ini hingga ke pemerintah pusat. Nantinya, hasil kajian yang akan dilakukan segera dikirimkan ke pemerintah pusat untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Itu sudah menjadi keinginan masyarakat Madura dan teman-teman mahasiswa kalau kuliah di luar madura dan di kereta lebih ekefif nyaman dan murah," pungkasnya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.