Rabu, 17 Jun 2026 06:36 WIB

Hasil Toponimi di Balik Penamaan Unik Desa-desa dalam Wilayah Sidoarjo

Nama dusun atau desa unik di Sidoarjo (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Nama dusun atau desa unik di Sidoarjo (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Nama-nama wilayah yang ada di satu daerah bisa jadi cerminan atas apa yang ada dan dominan di daerah tersebut.

Melalui ilmu toponimi, para pegiat sejarah dapat menemukan atau menduga akan kemungkinan yang paling mendekati soal asal-usul nama satu daerah untuk menjadi penanda bahwa kawasan tersebut telah bernama.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Toponimi adalah bidang keilmuan dalam linguistik atau ilmu bahasa (gabungan dari ilmu dan bahasa) yang membahas tentang asal-usul penamaan nama tempat.

Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, dr. Sudi Harjanto memaparkan, munculnya nama-nama desa di Kota Udang tentu tidak lepas dari pengaruh era Mataraman atau pasca-runtuhnya era Majapahit.

"Penamaan satu wilayah, biasanya ditentukan oleh beberapa hal. Di antaranya vegetasi yang dominan di situ apa, tokoh dominannya siapa, nama-nama kuno, atau bahkan berasal dari peristiwa," papar dr. Sudi, Jumat (17/2/2023).

Menurut dr Sudi, berdasarkan pada map atau peta zaman kolonial Belanda, nama-nama desa di Sidoarjo banyak dipengaruhi nama-nama tumbuhan seperti Pilang, Pejarakan dan lainnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Ada sekitar 300 nama tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang dipakai sebagai nama daerah saat ini," terang dia.

Pria yang juga aktif sebagai dokter umum tersebut juga menjelaskan bahwa ada juga nama daerah yang muncul karena peristiwa, contohnya Surabaya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Tentunya tidak mudah mengungkap nama-nama dari satu daerah. Riset yang dilakukan berdasar dari banyak sumber, bisa berupa naskah perjanjian satu wilayah, peta yang dibuat Belanda atau bahkan berdasar pada kejadian yang terjadi saat itu," papar dr Sudi.

Soal nama-nama daerah yang unik seperti Bokongduwur, Bokongngisor, Durung Beduk dan Jangan Asem, dia menuturkan bahwa bisa jadi apa yang menjadi cerita tutur di masyarakat adalah benar. Namun bisa jadi ada yang perlu diluruskan.

"Nama Dusun Bokong dan Dusun Jangan Asem yang ada di Kecamatan Tarik dan Jabon, Sidoarjo hingga saat ini masih menjadi riset teman-teman pegiat sejarah. Namun yang perlu diketahui, dua nama dusun tersebut sudah ada di peta sejarah sejak Tahun 1800-an," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.