Sabtu, 20 Jun 2026 17:48 WIB

BPBD Jatim Gandeng Pokja Wartawan Grahadi Sosialisasi Jurnalis Tangguh Bencana

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengandeng pokja wartawan Jatim (Pokja Grahadi) dalam pelatihan Basic Life Support dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bencana.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wartawan dalam pengurangan risiko bencana (PRB), mulai Kamis 16-17 Februari 2022.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Sosialisasi penanggulangan bencana ini bertemakan 'Jurnalis Tangguh Bencana' digelar di Padusan Camping Ground Pacet Mojokerto.

Hadir dalam kegiatan ini, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto; Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Andhika N Sudigda; Sub Koordinator Sub Substansi Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy; Koordinator SRPB Jatim, Dian Harmuningsih dan Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo.

"Kami berharap dengan sosialisasi ini rekan-rekan media bisa memberikan informasi yang sebenar-benarnya bagi masyarakat. Khususnya dalam hal kebencanaan," kata Gatot Soebroto.

Baca Juga: AJI dan PFI Surabaya Kecam Pembajakan Kapal Global Sumud oleh Israel

Sosialisasi ini sekaligus memberikan edukasi kepada wartawan tentang pelatihan Basic Life Support dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat. Kemudian yang tak kalah penting adalah tata cara dan tata tertib dalam peliputan bencana.

"Tolong jaga keselamatan diri sendiri saat meliput kejadian bencana. Serta hormati tradisi lokalnya, khususnya tata cara masuk ke wilayah bencana. Dan yang paling penting wartawan harus bisa P3K buat diri sendiri dan harus memahaminya," harapnya.

Baca Juga: FJN Minta Prabowo Turun Tangan Bebaskan Jurnalis RI di Israel

Sementara itu, Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo berharap wartawan juga bisa mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan. Dan wartawan harus hadir untuk menjaga Jawa Timur untuk lebih tangguh.

"Wartawan yang tangguh bencana adalah wartawan yang bisa mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan. Bila perlu kita harus buat buku panduan bagi wartawan terkait kebencanaan," tandas Suko Widodo.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.