Senin, 22 Jun 2026 03:05 WIB

Pengamen Tewas di Tulungagung: Pelaku Ditangkap, Pesta Miras Jadi Pemicu

Pengamen yang menganiaya temannya hingga tewas diamankan Satreskrim Polres Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pengamen yang menganiaya temannya hingga tewas diamankan Satreskrim Polres Tulungagung (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satreskrim Polres Tulungagung menangkap pengamen asal Ponorogo yang menganiaya temannya hingga tewas di Tulungagung.

Pengamen berinisial MIM (23), warga Jambon, Ponorogo itu ditangkap di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Dia menganiaya Handoko (49), warga Kepatihan, Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mayat korban ditemukan di dekat perempatan lampu merah Jepun, Tulungagung pada Minggu (12/3/2023) lalu.

Wakapolres Tulungagung, Kompol Dodik Tri Hendro mengatakan, tersangka dan korban sama-sama sebagai pengamen dan saling mengenal. Sebelum peristiwa terjadi, tersangka dan korban serta satu orang saksi menggelar pesta miras di lokasi kejadian.

Tersangka emosi setelah korban tanpa sengaja mengumpahkan miras dan mengenai bajunya. Tersangka langsung menedang korban dan memukulinya menggunakan tangan kosong.

"Jadi tersangka emosi setelah miras yang dipegang korban tumpah dan mengenai pakaiannya," ujar Dodik, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Setelah puas memukuli korban, tersangka meninggalkan lokasi menuju arah Trenggalek dengan menumpang sebuah truk. Tersangka mengaku baru mengetahui bahwa korban tewas melalui media sosial saat berada di Ponorogo.

Mengetahui kabar itu, tersangka kabur dengan menumpang truk ke arah Jawa Tengah. Namun pelarian korban berakhir saat tim Satreskrim Polres Tulungagung menangkapnya di wilayah Karanganyar.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Setelah menganiaya korban, tersangka masih sempat mengamen di beberapa titik," tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra menyebyt bahwa tersangka sudah dua bulan mengamen di Tulungagung. Sebelumnya tersangka berpindah-pindah daerah.

"Tersangka awalnya mengaku tidak mengetahui bahwa korban meninggal dunia setelah dianiaya. Dari pengakuannya, korban masih bernafas saat ditinggal. Setelah mengetahui korban meninggal, tersangka mengaku takut dan kabur," papar Agung.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.