Kamis, 18 Jun 2026 03:19 WIB

Rumah Nenek ODGJ di Lamongan Terendam Air, Imbas Proyek Jalan Pemerintah

Nenek Sayana saat menunjukan kondisi rumah dan dipenuhi air. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)   
Nenek Sayana saat menunjukan kondisi rumah dan dipenuhi air. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)  

jatimnow.com - Rumah seorang nenek pengidap gangguan mental atau ODGJ di Lamongan kebanjiran sedalam 1 meter. Ironisnya nenek yang tinggal seorang diri itu tetap bertahan meski kondisi rumah tidak layak huni.

Nenek bernama Sayana (62) warga Dusun Pujut, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Lamongan itu seperti hidup dalam kolam air lantaran terimbas proyek peningkatan jalan pemerintah setempat.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Tinggi bangunan rumah nenek malang tersebut juga hanya berkisar kurang lebih 1,5 meter dari permukaan tanah. Di usia yang sangat rentan itu ia harus menerima kenyataan pahit dan bertahan di tengah kepungan banjir.

"Memang orangnya stres jadi yang nggak bisa diatur, seandainya bisa (diatur) mungkin sudah pindah ke rumah saudara-saudaranya," ungkap keluarga nenek ODGJ, Mustakim, Rabu (15/2/2023).

Untuk makan dan mandi nenek itu bergantung dengan saudara yang rumahnya bersebelahan. Pihak keluarga sudah berulang kali meminta nenek tersebut untuk pindah namun di tolak dan memilih bertahan di rumahnya sendiri.

"Untuk makan, mandi di rumah saudara-saudaranya, tapi tidur tetap di rumahnya sendiri nggak mau dipindah," terangnya.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Tempat kediaman Nenek Sayana berada tepat di barat jalan ruas Deket-Soko yang menjadi sasaran program perbaikan jalan pemerintah setempat. Sementara anak-anaknya sudah berpisah dan hidup bersama keluarga kecil mereka.

"Hidup sendiri dia (Sayana), dua anaknya hidup ikut keluarga baru mereka," ujarnya.

Mustakim tak menampik bahwa ia dan Sayana menerima dampak dari proyek perbaikan jalan lantaran air terjebak ke dataran rendah seperti rumah-rumah warga dan tidak bisa mengalir bahkan tampak seperti tampungan air.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kalau dipikir jarak jauh ya, kalau belum bisa membangun meninggikan bangunan ya sangat terdampak air tidak bisa mengalir dan terjebak, pasalnya kita juga nggak punya sawah atau usaha lain untuk dijual dan dibuat membangun rumah," paparnya.

 

Kondisi rumah nenek ODGJ di Lamongan, Sayana usai proyek peninggian jalan poros kabupaten Deket-Soko. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.