Minggu, 21 Jun 2026 05:20 WIB

Banjir di Lamongan Rendam Ratusan Rumah dan Tambak, Kerugian Ditaksir Rp2,25 M

Kondisi banjir di Desa Tukerto, Kecamatan Deket, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kondisi banjir di Desa Tukerto, Kecamatan Deket, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Banjir di Kabupaten Lamongan kini terpantau merendam ratusan rumah dan tambak warga di Kecamatan Deket. Kerugian akibat banjir ini ditaksir mencapai Rp2,25 miliar.

Sebelumnya banjir juga terjadi di 4 wilayah antara lain, Kecamatan Turi, Karangbinangun, Glagah dan Kalitengah.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Sedikitnya 4 desa yang berasa di Kecamatan Deket mulai terdampak banjir meliputi Desa Tukerto dengan 40 rumah dan 169 hektare tambak tergenang, Desa Weduni 28 rumah dan 150 hektare tambak, juga Desa Sidomulyo ada sebanyak 74 rumah dan 182 hektare tambak.

Kemudian, Desa Laladan ada 7 rumah dan 228 hektare tambak terendam. Banjir juga dikabarkan merendam serta ratusan meter jalan poros desa dan jalan pemukiman warga.

"Benar, mulai ada genangan, kemungkinan disebabkan intensitas hujan tinggi pada beberapa bari terakhir," ungkap Camat Deket, Arif Bachtiar, Selasa (14/2/2023).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dari data yang dihimpun, kerugian dari banjir yang terjadi di Kecamatan Deket ini cukup besar lantaran ikut melanda lahan tambak warga. Dirincikan Arif, kerugian ditaksir mencapai Rp2,25 miliar.

Melihat kondisi tersebut, pihak terkait BPBD telah melakukan perhitungan dan menyiapkan bantuan sosial berupa pembagian sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Deket.

"Kemarin sudah disiapkan bantuan sembako dari BPBD Lamongan, tinggal didistribusikan di minggu ini," imbuhnya Arif.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Langkah lain yang sudah dan terus dilakukan untuk mengurangi genangan air diantaranya adalah dengan mengoptimalkan pembuangan air dari anak sungai ke Bengawan Solo.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.