Kamis, 18 Jun 2026 19:21 WIB

Sosok Coach Salman Bawa Ses Alfaink Juara Snapdragon Pro Series ESL Asia Pasific

Ses Manted alias Salman Alfarisyi (memakai bando). (Foto: dok pribadi for jatimnow.com)
Ses Manted alias Salman Alfarisyi (memakai bando). (Foto: dok pribadi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim esport Free Fire, Ses (Saudara ESports) Alfaink baru saja menjuarai turnamen internasional bertajuk Snapdragon Pro Series ESL Asia Pasific. Di balik keberhasilan meraih juara, tim esport milik Tom Liwafa itu harus mampu mengalahkan tim Free Fire dari berbagai negara.

Selain kerja keras para player Ses Alfaink, juga terdapat sosok penting di balik keberhasilan ini, yaitu Ses Manted. Ses Manted yang bernama asli Salman Alfarisyi ini adalah juru taktik atau pelatih tim Ses Alfaink.

Baca Juga: Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital

Pelatih kelahiran Jakarta 1991 ini merupakan pelatih muda Free Fire bertangan dingin. Awal bergabung di tim Ses Alfaink pada tahun 2020 sebagai penasihat tim.

"Gabung Ses Alfaink saat turnamen Free Fire Master League season dua, dan mendapat tugas mengamati permainan Ses Alfaink dan memantau saat latihan di Basecamp," jelas Ses Manted, Minggu (12/2/2023).

Saat gabung Ses Alfaink, Manted juga membawa empat player sebagai tim kedua dari Ses Alfaink. Dari situ sering ikut Ses Alfaink berkompetisi di berbagai turnamen untuk mengamati permainan player Ses Alfaink. Hingga pada akhir tahun 2020, dapat rekomendasi dari pelatih lama Ses Alfaink untuk menjadi pelatih baru.

"Menurut pelatih lama saya ini bagus dalam memahami karakter dan mendalami game. Akhirnya jabatan pelatih diserahkan pada akhir 2020," ujar Ses Manted.

Saat turnamen Free Fire Master league season 3 tahun 2021 adalah awal mulai pegang kendali penuh kepelatihan. Sempat bongkar pasang player sampai akhirnya bisa membawa Ses Alfaink Runner up pot A. Sehingga berhak lolos ke Free Fire Indonesia Master grand final.

"Itu pencapaian terbaik bagi Ses Alfaink di turnamen esport yang pernah diikuti saat itu. Dengan menjadi runner up pot A. Namun hanya finish di peringkat 6," ungkapnya.

Berkat polesan Ses Manted, prestasi Ses Alfaink semakin membaik dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2021 akhir menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang Free Fire Asia Championship.

"Namun gagal lolos dari babak penyisihan grup. Saat di Asia Championship, tim kita belum berpengalaman melawan tim dari luar negeri," terang Ses Manted.

Baca Juga: Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui

Usai tampil di turnamen tersebut, di akhir tahun 2022 atau setelah sebagai juara di Free Fire Master League season 6. Ses Alfaink berhak mewakili Indonesia turun di turnamen Free Fire World Series di Bangkok Thailand.

"Ses Alfaink berhak tampil di Turnamen Free Fire World Series. Tapi sayang tim kita hanya finish di peringkat 6 besar dunia," jelas Ses Manted.

Kegagalan bersaing di turnamen internasional menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi Ses Manted dan player Ses Alfaink. Hingga akhirnya awal bulan Februari ini, di turnamen Snapdragon Pro Series ESL Asia Pasifik menjadi pembuktian Ses Alfaink bukan tim sembarangan.

"Setelah diasah dengan melawan sejumlah tim yang pernah juara dunia seperti dari Thailand, Vietnam dan Malaysia yang Ses Alfaink tak gentar. Hasilnya bisa merebut juara pertama turnamen Snapdragon Pro Series ESL Asia Pasifik. Kamj sangat bangga dan senang bisa mengalahkan tim tangguh dari luar negeri dan mengharumkan nama Indonesia," kata Ses Manted.

Setelah berhasil menjadi juara nasional dan Asia Pasifik. Kedepan Ses Manted menargetkan ingin membawa timnya menjadi juara dunia.

Baca Juga: HGI City Cup 2026 Surabaya Fest, Ubah Kompetisi Jadi Cuan Pedagang Lokal

"Saya tidak berpuas diri dengan hasil yang sudah didapat, harus terus belajar dan berusaha agar target tercapai," kata Ses Manted.

Dia mengatakan kunci keberhasilan dapat meraih prestasi adalah kedisiplinan dalam keseharian di basecamp, juga disiplin saat latihan yang diterapkan para player.

"Kini dengan sederet prestasi yang diraih selama melatih Ses Alfaink, saya katakan bisa menjadi kebanggaan keluarga saya yang dulunya tidak mendukung saya main game karena dianggap tidak mempunyai masa depan," kisah Ses Manted.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.