Selasa, 16 Jun 2026 20:40 WIB

Dapil di Tulungagung Berubah, Partai Politik Perlu Lakukan Ini

Direktur Puskod UIN Satu Tulungagung, Dian Fericha. (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Direktur Puskod UIN Satu Tulungagung, Dian Fericha. (Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Tulungagung untuk pemilihan legislatif atau Pileg 2024 dipastikan berubah. Perubahan ini berdasarkan keputusan KPU Pusat, di mana jumlah dapil bertambah dari lima menjadi enam.

Selain jumlah dapil bertambah, komposisi tiap dapil juga mengalami perubahan. Adanya perubahan ini diperkirakan mengubah peta politik di Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Direktur Pusat Studi Konstotusi dan Otonomi Daerah (Puskod) UIN Satu Tulungagung, Dian Fericha mengatakan partai politik harus segera beradaptasi dengan situasi ini. Mereka tidak bisa mengandalkan kekuatan lama karena peta dapil sudah berubah.

Menurutnya pemetaan dan pengenalan kultur di dapil baru mutlak diperlukan partai politik.

"Selama ini banyak parpol yang nyaman dengan skema dapil lama, saat ini sudah harus diubah, konsolidasi dan pemetaan perlu segera dilakukan," katanya, Sabtu (11/02/2023).

Dengan komposisi dapil yang ada saat ini, partai politik memerlukan strategi pemenangan yang baru. Terlebih kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif sekarang mengalami penurunan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Hal ini dikarenakan beberapa anggotanya yang menjadi tersangka korupsi KPK. Setidaknya terdapat tiga anggota DPRD Tulungagung periode 2019-2024 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ketiga anggota dewan yang menjadi tersangka meliputi Supriyono, Adib Makarim dan Imam Kambali.

"Adanya perubahan dapil ini diharapkan membawa angin segar dan kebaikan baru bagi Tulungagung," tuturnya.

Dian menyebut masyarakat sangat diuntungkan dengan perubahan dapil ini. Mereka memiliki banyak opsi pilihan baru di dapil tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selama ini karakter pemilih di Tulungagung fanatik dengan sosok figur calon. Mereka cenderung memilih figur tersebut meski partai nya berubah.

"Siapa yang paling diuntungkan, tentunya masyarakat yang paling diuntungkan. Mereka memiliki banyak opsi pilihan dan ini sangat bagus untuk menunjukkan kemajuan demokrasi di Tulungagung," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.