Selasa, 16 Jun 2026 02:18 WIB

Dispensasi Nikah di Kabupaten Malang Tembus 1.434 Perkara

Dok jatimnow.com
Dok jatimnow.com

jatimnow.com - Angka permohonan dispensasi nikah (diska) di Kabupaten Malang masih tinggi. Terbukti dengan adanya putusan dari Pengadilan Agama pada tahun 2022.

Berdasarkan data, total ada 1.434 pengajuan diska, sementara yang dikabulkan sebanyak 1.393 perkara.

Baca Juga: Pengadilan Agama Kediri Perketat Izin Poligami, Tak Cukup Janji Manis

Jumlah tersebut melampaui angka perkara dispensasi nikah di Kabupaten Ponorogo, yang jumlahnya mencapai 176 perkara di tahun yang sama.

Dispensasi kawin adalah pemberian izin menikah dari Pengadilan Agama bagi pasangan yang belum cukup umur atau di bawah usia 19 tahun, dan rata-rata di tahun 2022 ini didominasi oleh anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA).

Humas Pengadilan Agama M. Khairul menyebut, di tahun 2022 angka dispensasi kawin rata-rata masih berijazah terakhir Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Prediksi kita tingginya angka dispensasi nikah itu selain karena faktor luasnya wilayah Kabupaten Malang juga minimnya pendidikan masyarakat. Kalau hamil di luar nikah juga ada, tapi jumlahnya tidak banyak," ujarnya, Selasa (7/2/2023).

Selain itu, meski pasangan tersebut tidak melanjutkan sekolah, pihak laki-lakinya sudah bekerja untuk menopang ekonomi. Faktor ini yang mendorong orang tua memilih untuk menikahkan anaknya.

Baca Juga: Hamil Duluan Jadi Alasan Paling Banyak Anak-anak di Kediri Ajukan Dispensasi Kawin

Untuk itu Pengadilan Agama Kabupaten Malang aktif melakukan penyuluhan hukum ke daerah-daerah.

"Pengadilan Agama juga menghadirkan seluruh orang tua mempelai, saat melakukan sidang dispensasi nikah, agar orang tua keduanya sama-sama mengawal rumah tangga mereka. Menghadirkan semua pihak cukup penting karena secara usia mereka belum mencukupi. Jadi, potensi ketidaksiapan mental itu ada," tegasnya.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo mengaku prihatin dengan keadaan yang ada. Pasalnya pernikahan dini memiliki dampak negatif kepada pasangan yang menjalani rumah tangga.

Baca Juga: 3.386 Pasutri di Kediri Cerai Sepanjang 2025, Faktor Ekonomi dan Istri Selingkuh Paling Banyak

"Baik secara psikologis maupun medis. Salah satu dampak psikologisnya yakni potensi adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Soalnya rata-rata mereka belum matang secara psikis, terutama jika dibenturkan masalah ekonomi," tuturnya.

Untuk menekan hal tersebut pihaknya berharap ada komunikasi intens dari orang tua kepada anak mereka. Terlebih untuk mencegah pergaulan bebas anak. Kemudian DP3A juga membuat program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan menggandeng berbagai lembaga eksternal.

"Salah satunya dengan lembaga perkumpulan perempuan yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Malang serta melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah dan orang tua tentang dampak buruk dari pernikahan dini," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.