Senin, 15 Jun 2026 18:38 WIB

Harga Sayur Tak Menentu, Petani Diajak Lirik Kopi

Salah satu petani sayur Kota Batu di Bukit Jengkoang. (foto: Diskominfo Kota Batu for jatimnow.com)
Salah satu petani sayur Kota Batu di Bukit Jengkoang. (foto: Diskominfo Kota Batu for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tantangan dalam budi daya sayuran cukup banyak. Dua hal yang kerap dihadapi petani adalah gagal panen dan harga jualnya yang kerap anjlok membuat petani mengalami kerugian.

Akibatnya banyak petani gagal menggantungkan kesejahteraaan melalui budi daya sayuran. Hal ini pula yang menimpa petani hutan di kawasan Bukit Jengkoang, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Batu mencetuskan program alih komoditas. Program ini diyakini dapat mengangkat kesejahteraan petani dan bagian melestarikan kawasan hutan. Adapun tanaman yang diusulkan Pemkot Batu adalah kopi, sebagai pengganti tanaman sayur mayur.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan kalau harga sayur mayur kerap berubah-ubah. Berbanding terbalik dengan tanaman kopi yang cenderung stabil, dan kerap naik. Ke depan, budi daya kopi ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Ini bagian dari keinginan (Pemkot Batu) untuk meningkatkan taraf hidup petani hutan. Karena menanam tanaman, sudah memiliki harga pasti. Terlebih kebutuhan kopi di Kota Batu luar biasa," ujarnya usai mengikuti Resepsi 1 Abad NU bersama PCNU Kota Batu, Sabtu (4/2/2023).

Baca Juga: Pakar Ungkap Bahaya El Nino Godzilla 2026 dan Langkah Mitigasinya

Pemkot Batu akan memberikan pendampingan dan penguatan melalui bantuan modal dan jejaring sosial sampai pemasaran.

"Kalau ada kendala segera laporkan, Pemkot Batu akan terus memantau perkembangannya," imbuhnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Sementara itu, Ketua LMDH Kota Batu, Heru Setyaji mengapresiasi hal tersebut. Tapi ia meminta campur tangan pemerintah untuk melakukan pendampingan budi daya kopi sekaligus pemasarannya.

"Harga sayuran sekarang Rp3.000 per kilogram, sementara mengojek hasil panen Rp100 ribu per kuintal, dari situ saja kita sudah kehilangan Rp1.000. Belum kebutuhan operasional lainnya. Nah, menanam kopi sepertinya memberi jaminan," tutupnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.