Kamis, 18 Jun 2026 03:42 WIB

Mulai Langka, Pemkab Tulungagung Minta Tambahan Alokasi Minyak Goreng

Kepala Disperindag Tulungagung, Tri Hariyadi. (foto: Braman Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Disperindag Tulungagung, Tri Hariyadi. (foto: Braman Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung meminta tambahan alokasi minyak goreng ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Permintaan ini disebabkan permintaan minyak goreng mengalami kenaikan. Sementara minyak goreng merek Minyakkita yang harganya terjangkau, mulai langka di pasar tradisional.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Keberadaan Minyakita merupakan program pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga minyak goreng beberapa waktu lalu.

Kepala Disperindag Tulungagung, Tri Hariyadi mengatakan, dalam satu hari kebutuhan minyak goreng di Tulungagung mencapai 200.000 liter. Jumlah ini termasuk penggunaan minyak goreng rumah tangga maupun industri.

Saat harga minyak goreng meroket beberapa waktu lalu, Kementerian Perdagangan meluncurkan Minyakita sebagai upaya mengendalikan harga.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Saat ini terjadi kelangkaan minyak merek Minyakita di Tulungagung," ujarnya, Kamis (2/2/2023).

Permintaan minyak di Tulungagung mengalami peningkatan disebabkan banyak masyarakat yang beralih menggunakannya. Masalahnya harganya sangat terjangkau bagi masyarakat.

Saat ini Minyakita dijual dengan harga Rp14 ribu per liter dan tidak boleh dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Meski demikian, Hariyadi belum bisa merinci jumlah usulan tambahan alokasi Minyakita.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pihaknya masih akan melakukan penghitungan lebih rinci terkait jumlah usulan tersebut.

"Saat ini di Tulungagung hanya ada dua distributor Minyakita. Makanya kami juga mengusulkan alokasi tambahan kepada Pemprov Jatim," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.