Jumat, 12 Jun 2026 19:20 WIB

Hobi Dolan di Hutan, Pria Jombang Raup Cuan Budidaya Anggrek Wonosalam

Salah satu anggrek yang dibudidayakan oleh Suyanto warga Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Wonosalam. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Salah satu anggrek yang dibudidayakan oleh Suyanto warga Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Wonosalam. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lantaran hobi dolan ke hutan, Suyanto (45) warga Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Jombang, bisa menghasilkan cuan jutaan rupiah dari budidaya tanaman hias jenis anggrek.

Ditemui di kediamannya, Suyanto menceritakan awal mula ia menekuni budidaya anggrek. Awalnya sebelum ia menikah, ia gemar jalan-jalan di dalam hutan Wonosalam.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Melihat beragam tanaman, ia tertarik dengan tanaman anggrek lokal yang ada di hutan Wonosalam. Selanjutnya ia membawa pulang tanaman tersebut dan dibudidayakan di pekarangan rumah.

Kini ada sekitar 14 jenis anggrek yang jumlahnya mencapai ribuan di pekarangan rumah miliknya.

"Ini budidaya anggrek lokal Wonosalam. Kira-kira sejak saya bujang, tepatnya tahun 1995 sampai sekarang. Ya berawal dari hobi dan senang dolan ke hutan. Kalau gak salah sudah 2000 pot sekarang," ungkapnya, Rabu (1/2/2023).

Meski ada 14 jenis anggrek, namun ia menyebut anggrek Vanda Tricolor adalah jenis anggrek yang paling diburu emak-emak.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Yang paling diminati ibu-ibu itu, jenis anggrek Vanda Tricolor. Karena selain bunganya bagus dia mempunyai aroma wangi yang ciri khas," paparnya.

Untuk merawat ribuan tanaman anggrek itu, ia mengaku tidak memerlukan teknik yang khusus. Cukup rajin membersihkan daun yang rusak dan menyiram secara teratur. Tak perlu obat atau pupuk tertentu.

"Cukup disiram air tiga kali sehari. Ini alamiah, tanpa obat sama sekali mas. Lagi pula nanti kasian yang beli. Kalau di sini dikasih obat dan yang beli gak ngasih obat nanti tanamannya bisa rusak," bebernya.

Untuk urusan harga anggrek yang ia budidayakan, bapak dua anak ini membandrol harga yang beragam. Tergantung dari jenis dan ukuran.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Paling murah ada yang 15 ribu rupiah. Ada yang 100 ribu rupiah. Dan ada juga yang harganya 200 ribu rupiah, tergantung pohonnya," jelasnya.

Selama membudidayakan anggrek ini, Suyanto mengaku mendapatkan penghasilan rata-rata di atas Rp5 juta setiap bulannya.

"Ya gak tentu juga mas. Kadang dapat 6 juta kadang dapat 9 juta, per bulannya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.