Senin, 22 Jun 2026 10:05 WIB

Banjir Sepekan Lumpuhkan Aktivitas Tiga Desa di Tanggulangin, Sidoarjo

Banjir yang merendam salah satu desa di Tanggulangin, Sidoarjo (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Banjir yang merendam salah satu desa di Tanggulangin, Sidoarjo (Foto-foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aktivitas warga tiga desa di Tanggulangin, Sidoarjo lumpuh akibat banjir yang merendam wilayah itu dalam sepekan terakhir.

Tiga desa yang sepekan ini terendam banjir adalah Desa Kedung Banteng, Banjarasri, dan Banjarpanji.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Nafi (30), warga Kedung Banteng mengatakan, banjir yang merendam di lingkungan desanya tersebut hingga hari ini belum surut. Air juga masuk ke rumah warga sehingga mengakibatkan seluruh aktivitas warga terganggu.

"Terhitung sudah empat tahun ini. Banjir yang datang setiap musim hujan, baru bisa surut kadang lebih dari sebulan," ujar Nafi, Selasa (31/1/2023).

Menurutnya, warga ketiga desa yang terdampak banjir mengaku sudah pasrah. Solusi konkrit dari pemerintah menurutnya juga tak kunjung bisa menyelesaikan permasalahan banjir di kawasan tiga desa tersebut.

"Kemarin, katanya ada empat titik pompa yang difungsikan untuk membantu mengurangi banjir. Tapi sampai hari ini, ndak ada efek apa-apa ya tetap banjir. Airnya juga Ndak berkurang," terangnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Dari pantauan di lokasi, banjir yang merendam tiga desa tersebut memiliki ketinggian rata-rata 30 hingga 40 sentimeter. Bahkan di beberapa titik yang dalam bisa mencapai lutut.

Banjir juga merendam beberapa sekolah di kawasan tersebut. Akibatnya, pembelajaran secara offline ditiadakan dialihkan ke sistem daring atau online.

"Kalau anak-anak sekolahnya ganti daring. Karena di sekolah pun juga sama banjirnya," papar Khuriati.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Khuriati menyebut, untuk permasalahan sanitasi, warga yang rumahnya terendam penuh air banjir akan mengungsi ke tempat saudara sementara untuk aktivitas sanitasi.

"Banyak toilet warga juga sudah tidak bisa digunakan karena tergenang air. Akhirnya kadang ya ke rumah saudara yang ada di tetangga desa," ungkap dia.

Warga tiga desa juga berharap adanya solusi yang tepat dari Pemkab Sidoarjo dalam menanggulangi banjir tersebut. Hal ini dikeluhkan warga karena di setiap musim penghujan, aktivitas di desanya menjadi lumpuh total.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.