Jumat, 19 Jun 2026 08:02 WIB

Meneguk Segelas Kopi Sembari Menunggu Matahari Tenggelam di Tepi Sungai Brantas

Para milenial di Jombang saat ngopi sambil menikmati pemandangan dari tepi Sungai Brantas (Foto-foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)
Para milenial di Jombang saat ngopi sambil menikmati pemandangan dari tepi Sungai Brantas (Foto-foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tepi Sungai Brantas Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang kini menjadi salah satu pilihan tempat nongkrong kaum milenial.

Di tanggul Sungai Brantas itu terdapat bangunan DAM tua era kolonial, yang saat ini kerap dijadikan ajang berswafoto.

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Namun tidak hanya itu yang menjadi alasan mereka nongkrong di sana. Sebab di sana terdapat penjual kopi bertema modern, dengan nama Marani Coffe.

Tidak sekedar tenda dan kursi yang bisa digunakan para pengunjung, melainkan kopi dan aneka minuman segar, seperti kopi Bonbom, Vietnam Drip, Kopi Suren, Kopi Alpukat, Coklat Cocok dan aneka rasa milk shake lainnya.

Menikmati kopi dipadukan suasana santai di tepi Sungai Brantas yang rasanya sejuk dan memiliki sensasi berbeda.

Seperti halnya Ananda Anisa Anadhifa. Milenial ini memilih menghabiskan waktu bersama temannya dengan meminum kopi sembari berfoto di bangunan tua itu.

"Baru pertama kali ini sih ke sini. Tau dari status teman di WA dan ada juga liat dari Instagram. Setelah penasaran berangkat gitu saja. Eh ternyata memang bagus dan mengasyikkan," ungkap Ananda, Selasa (31/1/2023).

Dia menjelaskan, di sini terdapat tempat ngopi yang modern, dan unik. Oleh penjual, suasana di sekitar lokasi disetting layaknya orang sedang kamping.

"Ada perkopian di tenda, ada kursinya juga seperti orang camping gitu. Pokoknya banyak deh kalau mau foto-fotoan," tutur dia.

Gadis 25 tahun asal Desa Cukir, Kecamatan Diwek itu memilih bersantai di dalam tenda bersama tiga teman perempuannya. Aktivitasnya, seringkali berswafoto kala matahari hendak terbenam.

"Memang tujuan awalnya penasaran pengen foto-fotoan. Soalnya banyak spot fotonya kan di sini. Soal minumannya juga banyak dan enak. Paling banyak pilihannya kopi, tapi saya sama teman-teman cuma pesan milk shake coklat. Harganya juga ramah di kantong," bebernya.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Hal senada juga diungkapkan oleh Usman (43), warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan. Ia mengunjungi tempat ini seorang diri dengan menggendong seperangkat alat pancing di pundaknya.

Tiba di lokasi, ia memesan kopi di tempat yang sama. Usai memesan, ia mengabadikan momen itu bersama sepeda yang dihias jadi rombong mini estetik tersebut.

"Unik, pengen saja ngopi, tadi pesan kopi tubruk. Ke sini pengen mancing saja sebenarnya, kebetulan tadi melihat sepeda yang dimodif jadi gerobak kopi jadinya penasaran. Tapi enak juga rasanya kalau mancing sambil ngopi," papar dia.

Ia mengaku sudah beberapa kali mendatangi tempat ngopi santai ini. Katanya, tempat ini setiap harinya selalu ramai saat sore hingga petang. Tak hanya warga Jombang, ia juga menyebutkan sempat melihat beberapa mobil dengan plat L yang juga berkunjung ke lokasi setempat.

"Tiap sore dari jam 4 sampai jam 6 itu ramai. Banyak yang datang, ada yang dari luar Jombang juga sepertinya. Soalnya waktu itu saya sempat melihat mobil-mobil plat L ke sini, ya rombongan keluarga atau sama teman-temannya mungkin," jelasnya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Sementara itu, Imam (20) warga setempat yang memiliki usaha Marani Coffe mengatakan ada banyak sekali pengunjung pada saat sore, hingga petang. Tak jarang warga yang datang sengaja ingin berfoto atau sekedar menikmati kopi sambil melihat pemandangan.

"Di sini buka setiap hari, sejak jam tiga sore sampai jam 6 malam. Kalau malam Minggu menyesuaikan waktu tutupnya. Pengunjungnya sempat datang dari Surabaya meskipun cuma mau ngopi sambi ngevlog ke sini. Ada juga yang dari Mojokerto dan warga Jombang sendiri," paparnya.

Imam menjelaskan bahwa ada banyak minuman yang ia jual. Semuanya disuguhkan dengan harga yang ramah di kantong.

"Ada Belasan menu minuman segar dan 6 kopi yang tersedia di sini. Tapi yang banyak dipesan itu, kalau es ya seperti milk shake atau macha gitu. Kalau kopi ya kopi V 60 atau Bonbom, kadang kopi susu tubruk," ungkap dia.

Untuk omzet per bulannya, ia mendapatkan cuan yang cukup lumayan, yaitu antara Rp4 sampai 5 juta.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.