Kamis, 18 Jun 2026 05:41 WIB

Heboh Mobil Sebar Uang di Kesamben Jombang, Demi Konten?

Potongan tampilan video mobil bagi-bagi uang di jalan Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. (Foto: tangkapan layar)
Potongan tampilan video mobil bagi-bagi uang di jalan Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. (Foto: tangkapan layar)

jatimnow.com - Jalan yang ada di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mendadak heboh. Tampak sejumlah warga berdiri di pinggir jalan kampung, seperti menunggu kedatangan seseorang.

Tidak menunggu waktu lama, ternyata warga berlarian mengejar sebuah mobil berwarna hitam. Entah siapa yang ada di dalam mobil tersebut, namun orang itu membagikan uang ke jalan. Bahkan uang tiba-tiba dilempar ke jalan. Sehingga orang kampung berebut uang tersebut.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Harianto (45) warga setempat mengatakan bahwa mobil hitam itu, sudah empat kali membagikan uang ke warga, sejak awal bulan Januari.

"Yang disebarkan itu ada yang Rp100 ribu ada juga Rp50 ribu. Uang asli," ungkapnya, Senin (30/1/2023).

Ia mengaku orang yang menyebar uang ke jalan dengan mobil itu, merupakan ahli spiritual.

"Katanya itu Gus Hadi. Yang suka nyembuhin orang," paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Watudakon, Suharto membenarkan adanya kejadian orang bagi uang di jalan. Ia mengaku sempat menyaksikan sendiri peristiwa itu.

"Iya, kebetulan saya pas lewat mengetahui langsung. Kanan kiri jalan itu penuh orang kampung," terangnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia menyebut, kejadian itu pada hari Senin (23/1/2023) pekan lalu, sekitar pukul 11.00 WIB.

"Yang bagikan ini pakai mobil Xpander di kaca sampingnya ada foto dan tertulis Gus Hadi. Orangnya itu paranormal. Kalau sampeyan cari di YouTube bisa. Cari namanya Gus Hadi, nah orang itu," katanya.

Kades mengatakan aktifitas yang dilakukan oleh orang dalam mobil tersebut, hanya sebatas membuat konten.

"Saya taunya itu Gus Hadi. Kayaknya bikin konten. Mobil ini dikawal motor di belakang dan depan, dan orangnya pakai blangkon," ucapnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang ia terima aktivitas itu sudah empat kali berlangsung. Lokasinya juga sama di Dusun Watudakon. Namun, pecahan uang yang dibagikan berbeda antara pertama dengan keempat.

"Senin kemarin itu Rp50.000 kalau yang pertama dan kedua Rp100 ribu. Semuanya lokasinya sama," jelasnya.

Ia mengatakan sosok Gus Hadi merupakan kelahiran Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben.

"Dulu kelahiran Watudakon, orang tuanya juga dukun terus meninggal. Dia (Gus Hadi) tinggal di daerah Sepanjang. Domisilinya di daerah Sepanjang. Dan praktik paranormalnya juga di Sepanjang," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.