Kamis, 18 Jun 2026 20:49 WIB

Mengunjungi Goa Tan Tiek Sioe Tulungagung, Pertapaan di Lereng Gunung Wilis

Peziarah di Goa Tan Tik Sioe sedang berdoa. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Peziarah di Goa Tan Tik Sioe sedang berdoa. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Dusun Genceng, Desa Sendang, Kabupaten Tulungagung terdapat sebuah bangunan yang menyerupai bunker. Sekeliling bangunan penuh dengan ornamen khas Tiongkok. Terdapat sebuah pintu kecil yang berukuran setengah meter, menuju ke ruang bawah tanah.

Bangunan ini disebut sebagai Goa Tan Tik Sioe. Sosok Tak Tik Sioe dikenal sebagai seorang pertapa, sastrawan, pendekar sekaligus ahli pengobatan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Juru Kunci Goa Tan Tik Sioe, Jito mengatakan terdapat goa ini dulu digunakan untuk bertapa. Selain di wilayah Sendang, terdapat juga goa pertapaan Tan Tik Sioe di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan. Keduanya memiliki fungsi yang sama sebagai tempat bertapa Tan Tik Sioe.

"Mungkin sebagian orang menganggap Goa Tan Tik Sioe sebagai tempat wisata. Namun yang sebenarnya, tempat ini merupakan lokasi pertapaan Tan Tiek Sioe. Atau kita lebih akrab dengan sebutan petilasan," ujarnya, Sabtu (28/1/2023)

Tempat pertapaan ini dulu dinamakan Pondok Harjo. Tan Tiek Sioe mulai bertapa pada tahun 1917 hingga 1922. Hasil dari pertapaanya, Tan Tiek Sioe mahir menulis hingga melahirkan banyak karya sastra.

Setelah bertapa lima tahun di lereng Gunung Wilis, Tan Tiek Sioe pergi ke Singapura hingga akhir hidupnya. Tan Tiek Sioe meninggal tepat pada usia 45 tahun.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dia menjadi tokoh yang disegani karena ajaran yang dibawanya. Bahkan beberapa kontribusinya juga diabadikan di beberapa klenteng di Jawa.

"Selain melakukan pertapaan, Tan Tiek Sioe juga meninggalkan ajarannya. Yakni tentang kesabaran dan introspeksi diri. Dia tidak mendoktrinkan sebuah agama tertentu, melainkan hanya mengajarkan soal moral," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Hingga saat ini Gua Tan Tiek Sioe masih banyak dikunjungi oleh peziarah dari luar Tulungagung. Bahkan beberapa keturuanan juga masih sering berkunjung ke Goa ini. Beberapa peninggalan Tan Tiek Sioe yang berada di pertapaan lereng Gunung Wilis juga sudah diamankan ke Trowulan. Seperti, guci air minum, pisau, kuningan dan beberapa karya asli miliknya.

"Masih ada peziarah, meski datang satu minggu sekali. Rata-rata mereka datang kesini untuk berdoa," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.