Sabtu, 20 Jun 2026 03:51 WIB

Nasi Empok Wakini, Tantangan Pecinta Kuliner Pedas di Kota Batu

Warung Empok Wakini yang kerap dikunjungi pejabat Pemkot Batu serta pecinta kuliner pedas dari berbagai kota. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Warung Empok Wakini yang kerap dikunjungi pejabat Pemkot Batu serta pecinta kuliner pedas dari berbagai kota. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kota Batu cukup banyak ragam kuliner yang ditawarkan. Salah satunya adalah nasi empok Wakini yang terletak di Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kuliner ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk memanjakan lidah saat berwisata di Kota Apel. Nasi empok merupakan campuran nasi dan jagung yang dikukus, seperti memasak nasi. Nah, penyajiannya bisa dicampur dengan berbagai sayuran dan lauk.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Sebetulnya warung ini cukup sederhana. Namun nasi empok yang ada di sini cukup terkenal di kalangan warga Kota Batu. Termasuk pecinta kuliner pedas. Itu karena rasanya yang khas dan berbeda dengan lainnya.

Pembeli bisa mendapat seporsi berisi nasi empok sayur pedas (tempe dan tahu yang dipotong seperti dadu), balado terong, dan tumis labu siam. Sementara lauknya ada dadar jagung, tempe, mendol, telur, dan ampela ati.

Paling khas adalah penambahan balado terong dan sayur pedas. Anda yang penasaran dengan sayur pedasnya, cobalah. Pedasnya benar-benar terasa.

"Bagi para penggemar masakan pedas, sayur pedasnya sangat terasa. Karena itulah, banyak warga setelah mampir selalu kembali ke warung Wakini. Yang membuat orang tertarik dan suka di warung Wakini karena sayur pedasnya. Katanya benar-benar pedas. Dan bumbunya pas," kata Wakini pemilik warung, Sabtu (28/1/2023).

Prinsip Wakini yaitu tidak tanggung-tanggung saat memberi bumbu pada masakannya.

“Biasanya kalau orang-orang lain itu kasih bumbu kadang kurang maksimal atau sedikit-sedikit, saya tidak mau seperti itu. Kalau saya harus banyak atau pas dan enak,” katanya.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Warung Empok Wakini yang kerap dikunjungi pejabat Pemkot Batu serta pecinta kuliner pedas dari berbagai kota. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)Warung Empok Wakini yang kerap dikunjungi pejabat Pemkot Batu serta pecinta kuliner pedas dari berbagai kota. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Wakini sudah menjalankan usahanya selama 10 tahunan. Usaha itu ia rintis saat suaminya, Slamet terserang penyakit hernia dan membutuhkan operasi. Saat itulah dia memiliki ide untuk berjualan sesuai dengan kemampuannya.

“Waktu itu suami saya sakit, dan kebetulan kita punya tiga anak sehingga harus bekerja. Dan keahlian saya kebetulan memasak," paparnya.

Lalu apa yang menjadi alasannya menyuguhkan nasi empok? Wakini mengatakan nasi empok dirasa lebih laku untuk dijual di desa.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Dan ternyata masakannya itu mampu menghipnotis para pengunjung yang datang. Hingga akhirnya Wakini kewalahan dan mempekerjakan dua orang untuk membantunya memasak.

“Kalau pertama dulu cuma sendirian. Sekarang pelanggan sudah mulai banyak, dan saya tidak bisa (melakukan) sendiri. Mau tidak mau mempekerjakan dua orang,” jelas Wakini.

Dalam satu hari, ia mampu menghabiskan 200-300 porsi nasi empok. Atau jika dulu memproduksi 2-3 kilogram beras, kini hingga 50 kilogram. Lompatan produksinya berlipat-lipat

Selain warga Kota Batu, tamu dari Jombang, Pandaan, Malang Raya, hingga pejabat Pemerintah Kota Batu kerap datang untuk mencicipi nasi empok Wakini. Harga satu porsi nasi empok ini cuma Rp8 ribu-Rp 10 ribu, tergantung dengan lauk yang dipilih. Berani menjajal kuliner pedas?

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.