Jumat, 12 Jun 2026 04:23 WIB

Gasss Lur! Durian Wonosalam Jombang Mulai Panen Lho

Budi Wiyanto, salah satu petani di Dusun Mangirejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang saat memanen durian di kebunnya (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Budi Wiyanto, salah satu petani di Dusun Mangirejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang saat memanen durian di kebunnya (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Para petani di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang mulai sibuk memetik durian di kebunnya masing-masing, meski puncak panen belum tiba.

Meski masa puncak panen baru tiba pada Februari 2023, para petani di sana sudah bisa merasakan manisnya cuan durian.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Salah satunya adalah Budi Wiyanto (46), petani durian asal Dusun Mangirejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam. Dari lahan seluas 5 hektar miliknya, ia menghasilkan cuan Rp35 juta per bulan dari hasil penjualan durian lokal dan durian kuning mas (simas).

Meski rumahnya tak jauh dari kebun, Budi berangkat menggunakan motor yang telah dimodifikasi. Setelah sampai, ia mulai menyisir kebun untuk melihat apakah ada durian yang jatuh.

Setelah itu, dia memilih salah satu pohon durian dengan ketinggian 20 meter. Pohon itu dipilih karena banyak sekali durian yang sudah matang.

"Ini mulai panen. Kalau panen raya nanti di bulan Februari," ucap Budi, Jumat (27/1/2023).

Budi menjelaskan bahwa di kebun miliknya ada dua jenis pohon buah durian, yaitu lokal dan simas.

"Yang lokal peninggalan nenek moyang. Nah, yang satu ini durian yang baru yang booming itu durian simas yang warnanya oranye itu," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Budi mengaku bisa memanen durian hingga 50 buah sehari. Namun ketika panen raya, bisa 100 buah per hari.

Untuk harga, Budi menjualnya mulai Rp25 sampai 70 ribu per biji. Namun harga itu untuk para pedagang yang nantinya akan menjualnya kembali di luar Wonosalam.

"Ada juga yang mencapai 70 ribu rupiah. Itu harga tertinggi kalau kita jual ke sesama pedagang," ungkapnya.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Namun, bila pembeli adalah konsumen, Budi memberikan harga spesial.

"Rasanya ada pahitnya, warnanya kuning seperti ini. Konsumen merasa puas walau harga agak mahal. Bukan masalah yang penting konsumen itu puas," sambungnya.

Karena, lanjut Budi, buah durian lokal Wonosalam memiliki rasa dan ciri yang khas.

"Kalau saya pribadi, kita itu suka yang masak dan jatuh dari pohon. Istimewanya masak dari pohon itu, rasa ciri khas Wonosalam di lidah itu terasa pahit. Jadi manis bercampur pahit. Kita makan itu tidak ada rasa enek atau bosan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.