Senin, 15 Jun 2026 21:12 WIB

Pasinan, Gundukan Tanah Keramat di Sidoarjo yang Kini Ditinggalkan

Gundukan tanah di tengah sawah atau Pasinan. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Gundukan tanah di tengah sawah atau Pasinan. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gundukan tanah keramat di tengah sawah yang ada di Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu bernama Pasinan.

Dulu, Pasinan adalah tempat berkumpulnya para petani dengan membawa syarat-syarat seperti sesajen, dan tumpeng. Hal itu dilakukan saat akan melakukan masa awal akan menanam padi atau saat menjelang masa panen tiba.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Masyarakat dulu percaya, dengan mengadakan semacam syukuran atau biasa disebut sedekah bumi di Pasinan, maka keberkahan dalam bertani akan lebih makmur, mendapat hasil panen yang melimpah, serta dijauhkan dari berbagai hama.

Uniknya, terkhusus di Sidoarjo, istilah Pasinan atau gumukan tanah di tengah sawah hanya ada di Desa Jumputrejo.

Salah satu warga Jumputrejo, Sihong (65) menceritakan bahwa masyarakat di eranya dulu menganggap bahwa Pasinan adalah tempat para petani mengadakan syukuran.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Dulu, sebelum panen dan sebelum tandur. Warga sini syukurannya pasti di sana (Pasinan). Kurang tahu kenapa, dulu hanya ngikuti orang tua," ujar Sihong.

Hampir di seluruh titik sawah yang ada disetiap Dusun di Desa Jumputrejo, tepat di tengah sawah pasti ada gundukan tanah yang dipenuhi tanaman belukar yang menjulang tinggi. Ya, itulah yang dinamakan Pasinan.

Kesan tempat keramat itu semakin muncul seiring dengan cerita masyarakat yang mengatakan bahwa Pasinan juga menjadi salah satu tempat untuk pertapaan orang-orang yang sedang menjalani salah satu lakon tertentu.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Bahkan, saat anak-anak bermain di sawah, para petani warga setempat pasti akan menegurnya dan memperingati agar tidak bermain atau sekali-kali masuk ke Pasinan.

"Kalau sekarang, karena warga juga sudah modern. Budaya-budaya syukuran atau sedekah bumi dengan membawa seserahan di Pasinan sudah ditinggalkan," tutup Sihong.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.