Sabtu, 20 Jun 2026 21:26 WIB

Patriot Mengabdi Untag Surabaya Lestarikan Peninggalan Jenderal Sudirman

Program Patriot Mengabdi Untag Surabaya. (Foto-foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)
Program Patriot Mengabdi Untag Surabaya. (Foto-foto: Humas Untag Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Setelah proklamasi kemerdekaan, agresi militer masih terus dilakukan oleh Belanda. Tepat 74 tahun sudah serangan 1 Maret ini berlalu, tetapi nama Panglima Besar Jenderal Sudirman akan selalu harum dikenang.

Hal ini tidak lepas karena kiprah sosok pahlawan revolusi tersebut yang berhasil memimpin Operasi Gerilya Rakyat Semesta serta menguatkan Indonesia dalam perundingan di serikat PBB.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Selama operasi gerilya inilah beberapa daerah menjadi tempat persinggahan Jenderal Sudirman, salah satunya di Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo Kab Ponorogo.

Rumah peninggalan Keluarga Mbah Ginut ini menjadi saksi bisu perjuangan Jenderal Sudirman yang saat ini di lestarikan lebih lanjut oleh Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui program KKN Reguler 2022/2023.

Ketua Pelaksana KKN Reguler Tahun 2022/2023, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. mengaku pada pelaksanaan KKN di Kabupaten Ponorogo ini terdapat lima kelompok yang disebar ke lima desa.

“Untuk Kabupaten Ponorogo ada 158 patriot mengabdi yang terlibat. Semuanya dibagi menjadi lima kelompok yang kemudian melakukan KKN di lima desa, yakni Desa Sawoo, Desa Ngindeng, Desa Tumpakpelem, Desa Temon dan Desa Sriti,” kata Widi melalui siaran tertulisnya, Kamis (19/1/2023).

Widi menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh patriot mengabdi Untag Surabaya ini berbeda dengan universitas lainnya. Seluruh Patriot Mengabdi Untag Surabaya telah terjun langsung ke lapangan selama 12 hari untuk mengembangkan lima desa tersebut menuju Smart Village.

“Berbagai program dilakukan oleh seluruh patriot mengabdi. Mulai dari pengembangan UMKM, pengembangan desa pasca-bencana, dan berbagai inovasi penunjang kesejahteraan desa. Hingga pelestarian situs sejarah yakni Museum Rumah Singgah Jenderal Sudirman. Semua ini dilakukan dalam waktu 12 hari,” ungkap Widi.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Meski singkat tetapi dalam aksi mereka ini tidak mengurangi keseriusannya untuk memberikan sumbangsih atas nama kampusnya Untag Surabaya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian.

“Meski hanya berlangsung selama dua minggu, namun kegiatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan, sehingga pelaksanaannya menjadi maksimal dan efisien," kata Widi.

Terlebih, ungkap Widi, kegiatan ini dimonitoring langsung oleh LPPM Untag Surabaya dengan dihadirkannya dosen pembimbing lapangan (DPL) yang mendampingi Patriot Mengabdi selama pelaksanaan KKN dan tim penilai yang melakukan supervisi KKN pada Kamis (12/1) di Museum Rumah Singgah Jenderal Sudirman.

"Selain itu LPPM juga telah membentuk tim penilai guna melakukan supervisi dari hasil kegiatan yang dilakukan,” tutur Widi.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Dari hasil KKN yang dilakukan oleh Patriot Mengabdi Untag Surabaya, Widi berharap berbagai pengembangan ini dapat menarik perhatian wisatawan dan menjadikan desa-desa di Kab. Ponorogo menjadi desa mandiri.

“Museum Rumah Singgah Jenderal Sudirman ini merupakan situs sejarah yang kami kembangkan lebih jauh untuk dapat menarik perhatian wisatawan, segala upaya ini dilakukan guna mendorong desa-desa di Ponorogo menuju Smart Village dalam mewujudkan Indonesia maju,” harap dosen ilmu komunikasi ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Ngindeng, Bima Sakti Putra, S.Pd. yang memberikan apresiasi serta dukungannya pada kegiatan KKN ini.

“Meski hanya dalam waktu 12 hari tetapi apa yang dilakukan oleh patriot mengabdi ini sudah banyak kami aplikasikan di desa dan sangat membantu kami dalam mewujudkan smart village di lingkungan kami. Selain itu melalui potensi Museum Jenderal Sudirman yang merupakan uri uri budaya, tentunya kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan ke depan,” ungkap Bima Sakti.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.